Beranda Headline 2021 Tahun Tepat Berinvestasi Emas

2021 Tahun Tepat Berinvestasi Emas

175
0
.
.

Denpasar (NTBOne) – Wabah Corona Virus Desease (Covid-19) yang melanda dunia sejak Maret 2020 berdampak signifikan terhadap kondisi perekonomian global, termasuk di Indonesia.

Meskipun demikian, masih ada ruang untuk bisa berinvestasi, khususnya pada 2021 karena dianggap sebagai momentum tepat untuk kebangkitan bagi ekonomi Indonesia dari krisis akibat pandemi Covid-19.

Oleh sebab itu, PT Pegadaian (Persero) sebagai salah satu badan usaha milik negara (BUMN) hadir dan berperan serta dalam mengajak dan membantu masyarakat merencanakan dan membidik berbagai peluang usaha pascapandemi Covid-19.

Kabag Humas dan Protokoler PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah (Kanwil) VII Denpasar Made Mariawan, melalui keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (23/1/2021), mengatakan bahwa bisnis gadai terus mengalami peningkatan di Bali.

Berdasarkan data akhir 2020, outstanding loan (OSL) mencapai Rp5,9 triliun, naik sebesar 19,58 persen dari OSL tahun sebelumnya.

Pada 2021, target PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar naik menjadi Rp6,8 triliun dibulatkan menjadi Rp7 triliun, naik sebesar Rp1 triliun dari tahun sebelumnya.

Made menyebutkan pertumbuhan bisnis Pegadaian Kanwil VII Denpasar sangat signifikan. Bahkan sudah menembus 19,58 persen (year to date), dan jika dilihat secara nasional, Kanwil Denpasar menempati urutan ke-3 setelah Kanwil Makassar dan Surabaya.

Kenaikan kinerja PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar didukung oleh produk-produk berbasis emas seperti halnya KCA, Krasida, Mulia dan Tabungan Emas.

Menurut Made, kenaikan harga emas sangat berpengaruh terhadap produk-produk berbasis emas tersebut. Situsai ekonomi di masa pandemi yang penuh dengan ketidakpastian membuat masyarakat lebih hati-hati dalam berinvestasi.

Untuk itu, ia menekankan, bahwa investasi emas terbukti lebih stabil dibandingkan investasi lainnya yang lebih high risk (resiko tinggi).

“Walaupun banyak goncangan termasuk karena adanya pandemi Covid-19 ini, namun harga emas batangan di dunia terus naik,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu, banyak warga masyarakat yang memilih untuk berinvestasi emas. Sebagai buktinya dari sisi produk tabungan emas dari target Rp23,6 miliar pada 2020, tercapai sebesar Rp39,5 miliar atau 166,83 persen.

Kemudian dari produk gadai cepat aman target pada 2020 sebesar Rp3,4 triliun tercapai Rp4,4 triliun atau sebesar 129,45 persen.

Hal itu membuktikan bahwa berinvestasi di emas relatif lebih stabil di samping ada banyak keuntungannya.

Berikut keuntungan punya tabungan emas (manfaat tabungan emas):

1. Aman, legal dan terjamin
Berinvestasi dengan membeli produk investasi emas PT Pegadaian (Persero) memiliki banyak keuntungan. Pertama, dari sisi jaminan legalitas. Sebagai BUMN tentunya PT Pegadaian (Persero) sangat menjaga kredibilitasnya. Artinya penipuan serta hal-hal yang menyangkut investasi dan masuk dalam kategori melanggar hukum tidak pernah terjadi.

2. Kenali keuntungan dan kerugiannya
Meski tergolong sangat menguntungkan, tetap saja ada sisi kerugian dalam investasi emas Pegadaian ini. Pertama adalah dari segi kurs jual dan beli pada saat melakukan tabungan emas.
Kurs ini bisa saja menguntungkan karena pada saat membeli atau menabung saat harga emas di bawah maka kemungkinan jumlah yang didapatkan investor akan cukup banyak. Sebaliknya bila harga emas naik dan investor menabung maka ada kemungkinan jumlah yang didapatkan lebih kecil.

3. Nilai emas stabil tidak seperti instrumen lain, emas cenderung lebih tahan terhadap fluktuasi inflasi, harganya cenderung stabil bahkan dalam gejolak ekonomi, dan mudah dicairkan kembali. Tidak hanya di Indonesia, para investor global juga mendiversifikasi aset mereka ke emas, untuk menghindari risiko kerugian akibat iklim ekonomi yang lesu.

4. Bisa menabung dengan nominal kecil Beberapa penyedia layanan tabungan emas biasanya mensyaratkan nominal minimum tertentu saat menyetor tabungan. Namun nilainya relatif sangat kecil, bisanya setoran minimal ditetapkan sebesar Rp5.000. Jika dulu emas sebagai logam mulia diperdagangkan per batang atau per kilo, kini setiap investor bisa mencicil tabungan emas mereka. Tentunya, kepraktisan ini menjadikan emas sebagai instrumen yang cocok bagi para milenial investor muda, bahkan untuk kalangan pelajar dan mahasiswa yang ingin mulai berinvestasi sejak dini. Risiko rendah dan harga yang amat terjangkau merupakan jaminan keamanan yang sulit diperoleh dari instrumen investasi lain.

5. Mudah dicairkan tidak seperti jenis investasi lain, investasi emas yang berupa tabungan emas, mudah dicairkan baik yang dilakukan secara digital ataupun konvensional. Lembaga keuangan penyedia tabungan emas juga menyediakan dua alternatif, mencairkan dalam bentuk uang tunai sesuai dengan saldo gram emas, atau bisa juga dengan dicairkan sebagai emas batangan.

6. Tak perlu menyimpan fisik Ketika membuka tabungan emas, otomatis emas yang kita simpan sesuai dengan konversi dari uang yang disetorkan, akan disimpan oleh lembaga keuangan penyedia layanan tabungan emas. Tabungan emas bisa dicairkan kapan saja. Sehingga, kita terhindar risiko kehilangan emas jika menyimpannya di rumah. Atau investor juga tak perlu pusing menempatkan emas di safety deposit box di bank yang tentunya membutuhkan biaya.

7. Bisa jadi jaminan atau digadai Beberapa lembaga keuangan penyedia tabungan emas juga memberikan fasilitas kredit dengan jaminan tabungan emas. Hal ini tentu bisa jadi alternatif bagi penabung emas yang membutuhkan dana mendesak namun enggan mencaikan tabungan emasnya. Apalagi, pengajuan kredit dengan jaminan tabungan emas saat ini bisa dilakukan secara digital tanpa perlu datang ke kantor cabang bank maupun lembaga keuangan.

(Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here