ACT-MRI bagikan kelambu untuk daerah endemik malaria di Lombok Barat

0
236
Tim ACT-MRI NTB menyerahkan bantuan kelambu kepada warga di Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. (Foto ACT NTB)
Tim ACT-MRI NTB menyerahkan bantuan kelambu kepada warga di Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. (Foto ACT NTB)

Lombok Barat (NTBOne) – Wabah malaria yang menyerang beberapa dusun di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menjadi perhatian khusus bagi tim pelayanan kesehatan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Sabtu (20/7/2019).

Tim memberikan pelayanan kesehatan dan membagikan bantuan kelambu livopen dari Unilever Indonesia. Pendistribusian dilakukan bersama pihak Puskesmas Meninting, Kecamatan Batulayar.

Tim menyusuri Dusun Bonyok, Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar. Daerah tersebut merupakan lokasi yang terdapat banyak pasien Malaria.

Menurut pengakuan dari petugas puskesmas penanganan endemik terkendala masyarakat yang enggan menyelesaikan minum obat serta beberpa bantuan kelambu yang disalurkan kepada masyarakat tidak dipakai.

Jadi butuh edukasi yang masif kepada daerah yangg terdampak endemik. Jalur yang dilalui pun tidak mudah karena hanya bisa dilewati oleh sepeda motor dan kebanyakan jalan setapak.

Seorang Tim ACR-MRI NTB menerabas jalan setapak menggunakan sepeda motor demi menyalurkan kelambu anti malaria di Kecamatan Batulayar. (Foto ACT NTB)
Seorang Tim ACR-MRI NTB menerabas jalan setapak menggunakan sepeda motor demi menyalurkan kelambu anti malaria di Kecamatan Batulayar. (Foto ACT NTB)

“Semoga dengan bantuan kelambu ini bisa menekan angka warga yang terjangkit malaria” Ungkap Halid, Koordinator Tim Relawan medis MRI NTB.

Head of Program ACT Cabang NTB, M Romi Saefudin, menjelaskan bantuan kelambu tersebut akan terus didistribusikan ke daerah-daerah yang menjadi endemik wabah demam berdarah dengeu dan malaria di seluruh NTB,

Pihaknya juga akan terus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, puskesmas dan aparat desa untuk mendata daerah yang rentan terjadi endemik malaria.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here