Aruna Senggigi Kembali Hadirkan Aruna Skewer Barbeque dan Pasar Malam

Lobar (NTBOne) – Aruna Senggigi kembali menghadirkan Aruna Skewer Barbeque (ASBAQ) dan pasar malam karena tingginya animo pecinta kuliner pada dua program tersebut. ASBAQ hadir setiap hari Jumat dan Sabtu mulai dari pukul 19.00 WITA – 22.00 WITA dengan menawarkan konsep all you can eat barbeque dinner dan hiburan Live Music.

Adapun Pasar Malam hadir setiap hari Minggu pukul 19.00 WITA – 22.00 WITA dengan mengusung tema pesta rakyat, di mana tersaji berbagai macam jajanan khas yang lekat di hati masyarakat Indonesia dengan harga terjangkau.

“Kami menghadirkan kembali dua program tersebut karena tingginya minat masyarakat. Tinggi nya minat masyarakat tentunya tidak terlepas dari pengemasan program yang menarik, meliputi harga yang terjangkau, variasi menu yang disajikan serta lokasi yang menarik,” jelas Weni Kristanti, selaku General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention.

Aruna Senggigi menjembatani kerinduan pecinta kuliner akan sajian hotel yang terjangkau. Dengan hanya Rp98.000 nett per orang, masyarakat dapat menikmati paket ASBAQ sepuasnya. Mulai dari menu pembuka seperti Salad dan Suki, menu utama yaitu aneka olahan daging dan seafood bakar, serta menu penutup seperti aneka cake dan buah segar.

Demikian pula dengan program Pasar Malam, di mana masyarakat dapat menikmati aneka “kuliner rakyat” seperti wedhang ronde, wedhang angsle, nasi puyung, bakso, gorengan, serta menu-menu khas “angkringan” dengan harga mulai dari Rp10.000.

“Bertempat di Sea View Restaurant yang terletak di tepi pantai Senggigi, ke-dua program tersebut menjanjikan pengalaman kuliner yang lengkap bagi penikmatnya,” tambah Weni.

Yang tak kalah penting adalah penerapan protokol kesehatan pada ke-dua program tersebut serta pada seluruh area Food & Beverage Department untuk tetap mengedepankan keamanan dan kenyamanan tamu.

Beberapa inovasi yang telah dilakukan di antaranya adalah penguatan standar dalam pemilihan dan pengolahan bahan makanan, pemilihan menu yang menyehatkan, pengemasan makanan secara individual (misalnya dalam penyajian), penggunaan alat pelindung diri bagi tim yang bertugas serta penerapan physical distancing.

“Kami menyediakan konsep food stalls di mana tim kami akan melayani pengambilan makanan. Alat makan tidak lagi disediakan di atas meja dan akan diberikan tim kami pada saat pengambilan makanan. Pengaturan antrian diberlakukan untuk mencegah penumpukan tamu di satu area,” jelas Kurniawin, Food & Beverage Manager Aruna Senggigi.

Pihaknya juga memastikan setiap makanan yang tersaji untuk tamu dalam keadaan segar, sehat, dan higienis. “Selama proses penyajian makanan, mulai dari staf dapur hingga staf pelayanan diperlengkapi dengan alat pelindung diri berupa sarung tangan, face shield, dan masker,” tambahnya. (R)

Leave a Reply