Bawa Narkoba 500 Gram, Warga Masbagik Lombok Timur Terancam Hukuman Mati

0
9463
AG alias BG (33) warga Dusun Timbak, Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. kini mendekam di sel tahanan BNN Provinsi NTB karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu seberat 500 gram. (Foto NTB One/Mad)
AG alias BG (33) warga Dusun Timbak, Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. kini mendekam di sel tahanan BNN Provinsi NTB karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu seberat 500 gram. (Foto NTB One/Mad)

Mataram (NTBOne) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB berhasil mengungkap jaringan pengedar narkoba jenis sabu-sabu, di mana dalam peredarannya melibatkan anggota keluarga pelaku berinisial AG alias BG (33) warga Dusun Timbak, Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

BG ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 500 gram di tempat kejadian perkara (TKP) di kantor salah satu jasa pengiriman (ekspedisi) yang ada di Kota Mataram, pada Jumat (9/8/2019).

“Penangkapan terhadap BG yang diduga akan mengedarkan narkotika jenis sabu tersebut berdasarkan informasi masyarakat,” kata Kepala BNN Provinsi NTB Gde Sugianyar Dwi Putra, saat menggelar jumpa pers di Mataram, Rabu (14/8/2019).

Penangkapan AG berawal dari keberhasilan petugas BNN Provinsi NTB yang mengamankan AF alias R ketika mengambil satu buah paket dari jasa pengiriman barang dengan resi pengiriman nomor 030136499771 atas nama penerima kepada ESP. Barang tersebut dikirim dari salah satu online shop di Jakarta yang isi paketan tersebut diduga narkotika golongan I jenis metamfetamin atau disebut sabu.

Setelah diinterogasi ternyata saudari AF hanya dimintai tolong oleh saudara sepupunya sendiri, yakni AG via telepon melalui saudari S yang merupakan istri AG.

Sekitar pukul 15.15 Wita, S diamankan setelah mengambil satu buah paket tersebut dari salah satu jasa pengiriman barang. Pada saat yang sama diamankankan juga AG di parkiran depan kantor salah satu jasa pengiriman (ekspedisi) yang ada di Kota Mataram.

Selanjutnya, setelah AG dipertemukan dengan istrinya (S) dan sepupunya (AF) dan dilakukan interograsi, AF dan S menjelaskan hanya disuruh oleh AG untuk mengambil paketan tersebut dan keduanya tidak mengetahui apa isi dari paketan tersebut.

Sementara AG hanya mengetahui paketan tersebut berisi barang terlarang yang setiap pengiriman mendapatkan uang sebesar Rp5 juta dari orang yang tidak dikenal dan hanya berhubungan melalui telepon.

Hingga saat ini, AG sudah menerima paketan sebanyak tiga kali, yang mana paketan sebelumnya telah diterima pada April dan Mei 2019. Cara kerja AG adalah setelah menerima paketan dari sepupunya, kemudian menunggu perintah dari seseorang yang tidak dikenali melalui telepon dan setelah itu melepaskan paketan tersebut dipinggir jalan sesuai arahan orang yang tidak dikenal itu. Setelah itu, AG tinggal menunggu transfer uang sebesar Rp5 juta

Kini AG sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukumanya pidana mati, pidana penjara seumur hidup, pidana penjara minimal enam tahun, maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar. (Mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here