BI, DPMPTSP dan Bappeda Inisiasi Tim Promosi Ekonomi Daerah NTB

0
265
Pertemuan membahas pembentukan LSIRU di Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB. (ist)
Pertemuan membahas pembentukan LSIRU di Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB. (ist)

Mataram (NTBOne) – Pada 2019, ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadapi sejumlah peluang sekaligus tantangan untuk pengembangan ekonomi ke depan. Program dalam rangka hilirisasi komoditas utama, pengendalian inflasi, dan pengentasan kemiskinan perlu untuk segera diimplementasikan.

Di sisi lain, pembiayaan terhadap proyek strategis memerlukan pembiayaan dan investasi yang tidak sedikit. Investment financing, trade/manufacture, menjadi modal bagi pengembangan ekonomi ke depan.

Berawal dari latar belakang tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, bersama Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Dinas Pariwisata NTB membahas terbentuknya Lombok Sumbawa Investor Relation Unit (LSIRU).

LSIRU terse but nanti akan mensinergikan upaya bersama dalam meningkatkan komunikasi dengan investor terkait potensi investasi dan kebijakan daerah.

Pada pertemuan Jumat (19/07/2019), dibahas bagaimana bentuk dan kelembagaan LSIRU, mekanisme kerja LSIRU, dan upaya-upaya untuk mempromosikan investasi kepada investor baik luar maupun dalam negeri.

Aktivitas untuk menarik investor dengan bersinergi dari beberpa dinas/lembaga sebenarnya telah telaksana sejak tahun lalu. One on One meeting dengan calon investor di Forum Investasi di Yogyakarta tahun 2018 telah dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, DPMPTSP NTB, dan PT ITDC (Persero).

Begitu pula dengan pertemuan dengan calon investor dari USA yang datang ke NTB tahun 2018 lalu telah bersinergi antara Pemerintah Provinsi NTB, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, dan PT ITDC (Persero) serta pelaku usaha guna memperkenalkan potensi investasi di NTB.

Kepala Perwakilan BI NTB Achris Sarwani, mengharapkan kedepan OPD/lembaga terkait dapat meningkatkan komitmen menssupport upaya promosi investasi daerah dengan data/informasi untuk promosi kepada calon investor.

“Untuk itu perlu ditetapkan mekanisme kerja bersama dan juga jadwal pertemuan reguler sebagai bagian proses kerja tim promosi ekonomi daerah”, tambah Achris Sarwani.

Kepala DPMPTSP NTB, Lalu Gita Ariadi, mengemukakan bahwa investasi dan promosi perlu untuk didorong di NTB. Tantangan investasi ke depan untuk provinsi di luar Pulau Jawa semakin besar.

Hal itu seiring dengan semakin baiknya infrastruktur jalan tol yang semakin baik yang menghubungkan sejumlah daerah di Pulau Jawa. Sehingga investasi di Pulau Jawa masih menarik bagi investor.

“Kami mengusulkan pembentukan tim ini tidak hanya terkait investasi, namun juga Tim Promosi Ekonomi Daerah. Sehingga selain investasi juga akan mendorong pembiayaan dan perdagangan, serta pariwisata. Sehingga beberapa dinas/lembaga perlu dilibatkan, seperti Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik, serta perbankan,” tambah Lalu Gita Ariadi.

Kepala Bappeda NTB, W. M Ardhi, mengatakan core ekonomi di NTB pada dua sektor, pertanian dan pariwisata yang kedepan diarahkan untuk hilirisasi komoditas pertanian. Kedepan, diperlukan promosi yang selektif pada sektor unggulan untuk didorong. Selain itu, sinergi antar dinas/lembaga dan pelaku usaha perlu untuk terus diperkuat.

“LSIRU atau Tim Promosi Ekonomi Daerah sebagai wadah untuk peningkatan investasi diharapkan dapat meningkatkan komunikasi dengan investor terkait potensi investasi dan kebijakan daerah yang dapat meningkatkan daya saing dan angka realisasi investasi di Provinsi NTB. Sehingga ujungnya akan meningkatkan perekonomian di NTB,” katanya. (r)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here