BKIPM Mataram berhasil selamatkan lobster senilai Rp17,9 miliar

0
360

Lombok Tengah (NTBOne) – Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Mataram, Nusa Tenggara Barat, bersama lembaga lainnya berhasil menyelamatkan sumber daya benih lobster yang akan diselundupkan ke luar negeri senilai Rp17,9 miliar sejak 2016 hingga Juni 2019.

“Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama yang kuat lembaga lainnya dalam mengawal kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” kata Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi, dalam peringatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan serta Pekan Layanan Publik tahun 2019 di area Bandara Internasional Lombok, di Kabupaten Lombok Tengah, Senin (1/7).

Jumlah penanganan kasus penyelundupan benih lobster pada 2016 sebanyak 6 kasus. Sumber daya yang diselamatkan, yaitu benih lobster sebanyak 122.806 ekor senilai Rp7,8 miliar.

Periode 2017, jumlah penanganan kasus penyelundupan benih lobster sebanyak 2 kasus. Sumber daya yang diselamatkan, yaitu sebanyak 42.744 ekor senilai Rp3,3 miliar.

Pada 2018, jumlah penanganan kasus penyelundupan benih lobster sebanyak 2 kasus. Namun nilai sumber daya ikan yang diselamatkan sebesar Rp4,6 miliar dari 35.624 ekor benih lobster yang akan diselundupkan ke luar negeri.

Periode Januari-Juni 2019, ada dua kasus yang ditangani. Jumlah benih lobster yang diselamatkan, yaitu sebanyak 13.500 ekor senilai Rp2,2 miliar.

Menurut Suprayogi, upaya penyelamatan sumber daya kelautan dan perikanan, tak lepas dari kerja sama dan koordinasi antara BKIPM dengan instansi lainnya, seperti Polri, TNI, Avsec Bandara Internasional Lombok, Dirjen Bea dan Cukai, Satgas 115, Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, dan kabupaten/kota serta semua pihak terkait.

“Kami sampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah banyak memberikan kontribusi dalam mengawal penegakan kedaulatan perikanan dan kelautan,” pungkasnya.

Kepala Seksi P2I, M Parhan mengatakan, pihaknya sudah menjalin kemitraan dengan masyarakat pesisir untuk melakukan pengawasan dan memberikan informasi jika ada aktivitas penangkapan dan perdagangan benih lobster di wilayahnya.

Masyarakat mitra BKIPM Mataram tersebut menyebar di seluruh sentra-sentra penangkapan benih lobster di pantai selatan Pulau Lombok, hingga Kecamatan Labangka, Pulau Sumbawa. Ada juga di bandara dan pelabuhan yang menjadi pintu keluar penyelundupan benih lobster.

“Masyarakat yang menjadi mitra memberikan informasi kepada kami, kemudian diolah. Jika sudah valid baru kami bergerak bersama aparat penegak hukum. Kalau tidak begitu caranya sulit mencegah penyelundupan benih lobster, apalagi masih ada permintaan,” kata Parchan. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here