BRI Mataram Siap Sebar Kartu Tani di Lombok Barat

0
270
Pimpinan Cabang BRI Mataram, Dwi Hendro Susatyo. (Foto NTB One)
Pimpinan Cabang BRI Mataram, Dwi Hendro Susatyo. (Foto NTB One)

Mataram (NTBOne) – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Mataram sudah mencetak sebanyak 6.217 kartu tani dan siap dibagi kepada para petani di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, sebagai alat untuk menebus pupuk bersubsidi.

“Kami masih menunggu jadwal dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat, kapan jadwal pembagian kepada petani. Kalau dari sisi fisik BRI Mataram sudah siap,” kata Pimpinan Cabang BRI Mataram, Dwi Hendro Susatyo, di Mataram, Rabu (29/1/2020).

Selain di Kabupaten Lombok Barat, BRI Cabang Mataram juga sudah memverifikasi sebanyak 1.631 petani di Kota Mataram yang akan memperoleh kartu tani. Dari jumlah tersebut, sebanyak 851 kartu tani sudah terdistribusi.

Untuk Kabupaten Lombok Utara, BRI Cabang Mataram tidak mendapat penugasakan dari pusat untuk mendistribusikan kartu tani meskipun kabupaten tersebut menjadi wilayah kerjanya.

Hendro mengatakan pihaknya sudah bersurat ke Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat terkait dengan jadwal pembagian kartu tani. Sebab, dinas tersebut yang menentukan kecamatannya.

“Kami ingin segera membagikan kartu tani tersebut karena menjadi alat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Apalagi sekarang sudah mulai musim tanam padi,” ujarnya.

BRI Mataram Cabang Mataram juga telah membagikan mesin “Electronic Data Capture” (EDC), kepada 28 kios pupuk lengkap (KPL), yang menjadi agen resmi penjualan pupuk bersubsidi di Kabupaten Lombok Barat. Sementara 42 KPL masih menunggu verifikasi.

Untuk wilayah Kota Mataram, sebanyak 10 KPL sudah memperoleh mesin EDC, yakni sebuah alat untuk menerima pembayaran yang dapat menghubungkan antar rekening bank, fungsinya untuk memindahkan dana secara realtime.

Hendro juga menegaskan bahwa tidak ada KPL yang mengalami hambatan dalam proses transaksi penebusan pupuk menggunakan kartu tani lewat mesin EDC. Sebab, pihaknya sudah menyediakan perangkat penguat sinyal untuk KPL yang jaringan telekomunikasinya lemah.

“Kami pastikan tidak ada KPL yang mengalami ‘blank spot’ atau tidak terjangkau jaringan selular. Kami sudah siapkan alat penguat sinyal, tapi hanya untuk yang daerah yang sinyalnya agak kurang, bukan untuk seluruh KPL,” katanya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here