Beranda Lombok Tengah Dua Gadis Meninggal di Sungai Benjor Lombok Tengah

Dua Gadis Meninggal di Sungai Benjor Lombok Tengah

116
0
Jenazah korban dievakuasi ke dalam mobil ambulans. (Dokumen Basarnas)
Jenazah korban dievakuasi ke dalam mobil ambulans. (Dokumen Basarnas)

Loteng (NTBOne) – Dua orang gadis remaja ditemukan meninggal dunia setelah terseret air bah di sungai Benjor, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Korban yang meninggal dunia atas nama Khairun Nisa (15), yang ditemukan pada hari kejadian, yakni Jumat (5/3). Sedangkan korban meninggal lainnya atas nama Feby Cahaya Witasari (15), ditemukan pada Sabtu (6/3), sekitar pukul 09.30 Wita.

Satu korban lainnya bernama Alia Norma Yanti (15), warga Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, ditemukan selamat oleh tim SAR gabungan. Remaja tersebut dievakuasi ke Puskesmas Penujak, Kabupaten Lombok Tengah untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Nanang Sigit PH mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Kepala Desa Benjor, terkait tiga orang remaja perempuan terseret air bah di sungai Benjor, Desa Penujak, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (5/3) sekitar pukul 16.30 Wita.

Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian bermula ketika tiga anak umur belasan tahun itu bersama dua orang teman lainnya diundang makan-makan oleh salah seorang teman sekolahnya.

Selanjutnya, mereka pergi ke sungai desa setempat. Tanpa sepengetahuan yang lainnya, ketiga korban mandi di lokasi kejadian. Tiba-tiba datang air bah dan menyeret ketiganya.

Satu anak ditemukan dalam keadaan meninggal dunia atas nama Khairun Nisa, sedangkan Feby Cahaya Witasari, hilang terseret arus sungai dan ditemukan satu hari setelah kejadian. Kedua korban merupakan warga Pengendung Kelurahan Prapen Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

“Jenazah korban kedua ditemukan dengan jarak sekitar dua kilometer arah utara dari lokasi kejadian pertama. Tepatnya di sungai dekat jembatan Kokok Dompu Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat,” ujarnya.

Menurut Nanang, kejadian orang tenggelam di sungai sudah beberapa kali terjadi sejak Januari hingga awal Maret 2021 atau ketika wilayah NTB dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang.

Oleh sebab itu, Kantor SAR Mataram mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor dan angin kencang yang diakibatkan cuaca ekstrem. Selain itu, hindari mandi di sungai karena hujan lebat yang menyebabkan air sungai meluap masih berpotensi terjadi. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here