Dua Remaja Asal Teruai Lombok Tengah Diborgol Polisi

0
367
Dua remaja tersangka pencuri sepeda motor digiring polisi di Mako Polda NTB. (Foto Humas Polda NTB)
Dua remaja tersangka pencuri sepeda motor digiring polisi di Mako Polda NTB. (Foto Humas Polda NTB)

Mataram (NTBOne) – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB memborgol dua remaja berinisial MRH (17), dan MHP (18), asal Desa Teruai, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, karena diduga sebagai pelaku pencurian sepeda motor.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto mengatakan, kedua tersangka berhasil diamankan saat anggota Ditlantas Polda NTB sedang melaksanakan pengaturan arus lalulintas pada Selasa, 7 Januari 2020.

“Dari kejauhan, petugas melihat kedua tersangka tidak mengenakan helm. Selanjutnya petugas memberhentikan tersangka dan setelah dimintai surat-surat berkendara keduanya tidak bisa menunjukannya kemudian petugas mengamankan keduanya ke Mako Polda NTB,” ungkap Artanto.

Setelah dilakukan pengecekan nomor rangka dan nomor mesin diketahui kendaraan tersebut baru saja dilaporkan hilang sekitar pukul 06.30 Wita, di rumah korban Zaran Edy Isnaeni, yang beralamat di Jalan Merdeka I, Gang Perjuangan, No.09. BTN Pepabri, Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Dari pengakuan kedua tersangka, MRH bertugas sebagai eksekutor dengan cara merusak lubang kunci kontak mengunakan kunci leter “T” dan tersangka MHP duduk di atas motor yang mereka gunakan sambil melihat situasi sampai MRH berhasil menghidupkan dan membawa kabur kendaraan tersebut.

Rencananya kendaraan curian tersebut mereka bawa pulang ke Lombok Tengah kemudian dijual kepada penadah.

Saat ini, kedua tersangka berada di tahanan Mako Polda NTB, beserta sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda Beat Sporty warna putih dengan Nopol: DR 6326 MJ, Noka: MHIJFZ217JK291710, Nosin: JFZ2E1291710 BPKB an. Zaran Edy Isnaeni.

Barang bukti lainnya adalah satu unit sepeda motor merk Honda Scoopy warna silver dengan Nosin: JM31E1433362, Noka: MH1JM3111HK432222, dan buah kunci letter “T”, satu buah pisau belati, serta dua lembar surat keterangan jaminan BPKB dari PT. Summit Oto Finance.

Keduanya dijerat dengan pasal 363 Ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun penjara. (Mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here