Guru Bimbel di Mataram Cabuli Tujuh Anak

0
576
Tersangka ECP (baju orange), digelandang ke sel tahanan Mapolda NTB. (ist)
Tersangka ECP (baju orange), digelandang ke sel tahanan Mapolda NTB. (ist)

Mataram (NTBOne) – Tim Subdit IV Ditreskrimum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menangkap seorang oknum guru bimbingan belajar (bimbel) di Kota Mataram berinisial ECP (30), karena diduga mencabuli tujuh anak yang harusnya dididik dengan baik.

“Proses Penangkapan dilakukan pada Kamis (25/07/2019), di tempat ECP mengajar,” kata
Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Kritiadjie, kepada wartawan saat menggelar jumpa pers di Mapolda NTB, Jumat, (26/07/2019).

Ia mengatakan kasus pencabulan terhadap tujuh anak berusia 11 hingga 14 tahun tersebut terungkap setelah salah seorang orang tua korban melapor pada Kamis (25/07/2019).

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Subdit IV Ditreskrimum langsung melakukan penangkapan terhadap ECP sekitar pukul 21.30 Wita.

Selain menangkap terduga pelaku, kata Kristiadjie, Tim Subdit IV Ditreskrimum juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni sarung, hand phone, body lotion, dan minyak zaitun.

Barang bukti body lotion dan HP yang diamankan saat penangkapan tersangka ECP. (ist)
Barang bukti body lotion dan HP yang diamankan saat penangkapan tersangka ECP. (ist)

“Barang bukti tersebut digunakan terduga pelaku untuk melakukan tindak kejahatan pencabulan,” ungkapnya.

Kristiadjie menjelaskan, modus tersangka ECP melakukan aksi bejatnya, yakni memfasilitasi tujuh anak (korban) dengan memberikan HP miliknya untuk menonton film porno dan bermain FB.

Kemudian tersangka melakukan pencabulan terhadap ketujuh anak-anak tersebut secara terpisah. Kemudian tersangka pernah memberikan anak-anak tersebut sejumlah uang. Pertama-tama memberikan sebesar Rp100 ribu, terkadang Rp50 ribu, Rp20 ribu, sampai Rp10 ribu.

Atas perbuatannya, ECP yang lahir di Tanggeung, Cianjur, Jawa Barat, tersebut dijerat dengan pasal 82 ayat (1) dan atau (2) Jo pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“ECP terancam hukuman paling singkat lima tahun kurungan penjara dan paling lama 15 tahun serta pidana denda paling banyak Rp5 miliar,” katanya. (mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here