Beranda Mataram HBK Peduli Pengembangan Budidaya Jamur dan Kangkung di Mataram

HBK Peduli Pengembangan Budidaya Jamur dan Kangkung di Mataram

264
0
Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Fraksi Gerindra H Mori Hanafi, memberikan sambutan dalam penyerahan bantuan dana hibah kepada petani jamur dan kangkung di Kelurahan Karang Baru, Kota Mataram. (Dok NTBOne)
Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Fraksi Gerindra H Mori Hanafi, memberikan sambutan dalam penyerahan bantuan dana hibah kepada petani jamur dan kangkung di Kelurahan Karang Baru, Kota Mataram. (Dok NTBOne)

Mataram (NTBOne) – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan I Nusa Tenggara Barat H Bambang Kristiono (HBK) menyalurkan bantuan hibah dana untuk Koperasi Syariah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Mataram sebesar Rp100 juta dan Koperasi Syariah Kekalek Lestari Bersatu Rp100 juta serta dua unit mesin pompa air.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Fraksi Gerindra H Mori Hanafi, kepada Wakil Ketua Koperasi Syariah KTNA Kota Mataram Ki Agus Ahmad, di Kelurahan Karang Baru, Kota Mataram, Kamis (24/12).

Mori menjelaskan aspirasi tersebut akan digunakan untuk pengembangan budi daya kangkung dan jamur. Kedua komoditi itu dinilai sangat strategis oleh petani.

Meskipun ekonomi terpuruk karena COVID-19, terbukti daya beli jamur dan kangkung tidak terganggu. Penjualan jamur mencapai 30-40 kilogram per hari. Sedangkan kebutuhan di Kota Mataram bisa mencapai 500 kilogram per hari, dan kangkung lebih dari 500-1000 ikat per hari.

Ia menambahkan bantuan dana hiibah tersebut nantinya akan digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi. Sebab, kebutuhan jamur di Kota Mataram mencapai 300 kilogram per hari, sementara kangkung bisa mencapai 2.500 ikat per hari.

Para petani akan memperluas rumah jamur dan luasan lahan sewa pertanian kangkung dengan memanfaatkan pinjaman dari dana yang dihibahkan kepada koperasi.

“Kepedulian terhadap petani jamur dan kangkung di kota ini merupakan yang pertama diterima oleh petani dari HBK Peduli. Selama ini, kedua sektor itu belum mendapat atensi penuh dari pemerintah daerah, padahal sektor itu potensial. Meski begitu, terbukti sektor pertanian tetap kokoh di kondisi ekonomi yang sulit saat ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mori menyampaikan pesan HBK kepada para penyuluh pertanian dan petani penerima bantuan hibah di Kota Mataram agar memanfaatkan bantuan dari HBK Peduli secara produktif. Sehingga budi daya jamur dan kangkung terus ditingkatkan.

Ia juga mendorong agar petani berinovasi dalam meningkatkan nilai tambah, sebab jamur tidak hanya dijual mentah, tapi bisa diolah menjadi keripik jamur dan olahan lainnya. Sementara kangkung Lombok yang dikenal khas, bisa dikemas lebih menarik sehingga masuk di swalayan atau toko modern.

“Keinginan Bapak HBK, kedepan kelompok petani jamur dan petani kangkung melebarkan sayap ke kabupaten/kota yang lain, menularkan pola budi daya yang telah berjalan baik di Kota Mataram. Dengan begitu masyarakat tidak malu melirik sektor pertanian yang masih potensial ini,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Fraksi Gerindra H Mori Hanafi, menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp200 juta serta dua unit mesin pompa air kepada petani jamur dan kangkung di Kelurahan Karang Baru, Kota Mataram. (Dok NTBOne)
Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Fraksi Gerindra H Mori Hanafi, menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp200 juta serta dua unit mesin pompa air kepada petani jamur dan kangkung di Kelurahan Karang Baru, Kota Mataram. (Dok NTBOne)

Sementara itu, Wakil Ketua Koperasi Syariah KTNA Kota Mataram Ki Agus Ahmad mengucapkan syukur alhamdulillah atas bantuan dana hibah yang diberikan oleh HBK bersama jajaran partai Gerindra di NTB, kepada para petani jamur dan kangkung di Kota Mataram, yang masih belum begitu mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Menurut dia, bantuan dari HBK akan sangat berguna bagi para petani jamur dan petani kangkung di Kota Mataram. Sebab, prospek budi daya jamur kedepan sangat luar biasa , baik dari sisi alternatif alih fungsi lahan pertanian di Kota Mataram.

“Dengan adanya bantuan ini, kami bertekad untuk terus berkembang dan maju. Mudahan jamur ini bisa kami masyarakatkan sehingga masyarakat Kota Mataram dapat menikimati salah satu sumber pangan yang sehat dari jamur,” tutur Ki Agus Ahmad. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here