Ini Gagasan Batik Ijo, H Irzani untuk Pengembangan Smart City di NTB

0
303

NTBOne – Perkembangan teknologi yang cukup pesat dewasa ini. Jika bisa dikelola baik, pengaruhnya bukan hanya pada gaya hidup masyarakat semata, tetapi juga kemudahan akses dan pelayanan pemerintahan.

Sistem digitalisasi data dan konektivitas terpadu secara online juga membuat sejumlah kota besar di dunia memanfaatkan teknologi dalam membangun konsep Kota Cerdas atau Smart City.

“Beberapa kota besar di Indonesia juga mulai memanfaatkan teknologi untuk membangun Smart City. Saya pikir gagasan ini bisa juga diterapkan di NTB,” kata Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30, Haji Irzani, di Gerung Lombok, Barat, Rabu (3/4)

Irzani yang akrab disapa Batik Ijo menjelaskan, istilah kota cerdas atau Smart City merupakan pengembangan kota berbasis teknologi informasi.

Menurut hasil sementara kajian Smart City Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tahun 2017, urgensi smartcity disebabkan oleh bertambahnya tingkat pertumbuhan penduduk di perkotaan sebesar 2,75 persen per tahun.

Sedangkan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), diprediksi penduduk yang tinggal di perkotaan sebesar 56,7 persen pada 2020. Jumlah ini akan meningkat menjadi 66,6 persen pada 2035.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah menetapkan delapan indikator smart city, antara lain smart development planning (perencanaan pembangunan), smart green open space (ruang terbuka hijau), smart transportation (transportasi ramah lingkungan), smart waste management (pengelolaan sampah), smart water management (pengelolaan sumber air), smart building (pemetaan pembangunan), dan smart energy (pemanfaatan energi baru terbarukan).

“Delapan indikator yang digunakan Kementerian PUPR ini merupakan inovasi dari konsep greencity yang digabungkan dengan penggunaan sistem teknologi informasi dan komunikasi pintar. Nantinya indikator ini akan berguna sebagai target perkembangan kota cerdas,” ujar Batik Ijo

H. Irzani optimistis, Smart City ini bisa dikembangkan di kabupaten/kota yang ada di NTB. Apalagi Pemprov NTB juga sudah melaunching program NTB Care, sebuah sistem pelayanan pengaduan masyarakat berbasis digital online.

Menurut Irzani, hal ini selaras dengan keberhasilan Provinsi DKI Jakarta yang meluncurkan program Smart City di tahun 2015 silam. Dimana saat ini keberadaannya diklaim makin mempermudah kinerja aparat Pemprov agar lebih cepat merespons keluhan warga.

“Contoh lainnya bisa dilihat juga Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang meluncurkan portal terintegrasi yang berisi semua layanan dan informasi terpadu,” imbuh Irzani

Sementara di Jawa Tengah, papar Irzani, Pemkot Semarang sudah mengoperasikan situation room yang berfungsi sebagai pusat integrasi kegiatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Semarang.

“Melalui ruangan ini, setiap pelayanan dan pembangunan secara real time akan terpantau, termasuk data-data statistik terkait,” katanya.

Namun, untuk Kabupaten dan Kota di NTB, Sekum PWNW NTB ini mengatakan, masih ada beberapa hal yang harus serius dipersiapkan. Salah satunya adalah bagaimana membuat RTRW yang ramah dalam konteks Smart City. Sebab, salah satu prasyarat utama kota Smart City ialah kesanggupan daerah tersebut bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan kota.

“Termasuk soal tata kelola peruntukan lahannya, melalui RTRW,” jelas H Irzani yang beberapa tahun terakhir mendampingi TGB keliling Indonesia saat kegiatan Dakwah Nusantara. (Wal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here