Japnas – Pemprov NTB Berkolaborasi Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi COVID-19

0
44
Ketua Harian Japnas NTB, Ika Rizky Veryani (tengah), menjadi moderator webinar menggagas peluang dan kebangkitan ekonomi NTB ditengah pandemi COVID-19. (ist)
Ketua Harian Japnas NTB, Ika Rizky Veryani (tengah), menjadi moderator webinar menggagas peluang dan kebangkitan ekonomi NTB ditengah pandemi COVID-19. (ist)

Mataram (NTBOne) – Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) mengambil inisiatif, menjajaki berbagai potensi dan peluang untuk membangkitkan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda Indonesia dan dunia saat ini.

Salah satu upaya yang dilakukan Japnas adalah menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB), mencari jalan keluar dari kemelut ekonomi karena virus corona.

Upaya tersebut dimulai Japnas dengan menggelar webinar (seminar daring/online) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB, pada Jumat (5/6). Kegiatan tersebut bertemakan “Menyambut Normal Baru Ekonomi Nusa Tenggara Barat”.

Webinar tersebut menghadirkan peserta dari Japnas di Indonesia dan pihak terkait, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariyadi, Ketua Umum Japnas, Bayu P Djokosoetono yang diwakili, Wakil Ketua Umum Japnas, Iben Rifa, dan Ketua Pengurus Wilayah Japnas NTB, I Made Agus Ariana. Bertindak sebagai moderator Ketua Harian Japnas NTB, Chika (Ika Rizky Veryani).

Ikut berpartisipasi dalam diskusi secara online tersebut, Ketum Japnas Jawa Timur, Supriadi, Ketum Japnas Banten, Adi, dan Ketum Japnas Papua, Mario. Pengurus Japnas lainnya juga ikut serta meramaikan jalannya diskusi.

Ketua Harian Japnas Pusat, Widianto Saputro, di awal sambutan memberikan apresiasi atas inisiatif Japnas NTB menggelar webinar. Dari kegiatan tersebut, seluruh pengusaha ingin mendapatkan informasi terbaru mengenai persiapan NTB menyongsong kenormalan baru (New Normal). Dan membangkitkan kembali gerak ekonomi di tengah pandemi.

Wakil Ketua Umum Japnas Bidang Pembangunan Industri dan ESDM Iben Rifa juga memaparkan semua tanpa kecuali, swasta maupun pemerintah merasakan dahsyatnya dampak wabah COVID-19. Sebagai warga negara, Japnas menyerukan saatnya terpanggil untuk bersatu, eksekutif, legislative dan swasta mencarikan solusi konkrit, tidak menunggu waktu.

“Karena semakin lama, maka dampaknya akan semakin parah. COVID-19 menjadikan ekonomi tak bergerak, apalagi tumbuh. Inilah tantangan kita terutama Japnas, menyatukan kekuatan kita bersama dan simpul-simpul yang ada untuk menemukan potensi melewatai fase sulit ini,” katanya.

Sekda NTB, H Lalu Gita Ariyadi, juga memberikan apresiasi kepada Japnas yang telah menginisiasi terbangunnya komunikasi dua arah, antara pemerintah daerah NTB dengan para pengusaha.

Ia memberikan gambaran tentang cara pemerintah Provinsi NTB melawan COVID-19 dan kebijakan stimulus ekonomi, serta peluang melaksanakan kenormalan baru. Hingga 4 Juni 2020, jumlah positif COVID-19 di NTB mencapai 757 orang, sembuh 323 orang, dalam perawatan 413 dan 21 di antaranya meninggal.

Kenaikan angka COVID-19 terutama dipengaruhi longgarnya aktivitas ekonomi jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020. Padahal sebelumnya melandai. Kelompok yang terpapar paling tinggi juga didominasi usia produktif 30- 34 tahun.

Kontradiktif yang terjadi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. tiga kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima menuju trend hijau COVID-19. Sehingga tiga kabupaten/kota inilah yang paling siap memberlakukan kenormalan baru.

Sementara di Pulau Lombok, Pemprov NTB belum dapat memastikan kasus COVID-19 melandai. Sebelumnya, kluster Gowa mendominasi penularan corona, berubah pengaruhnya oleh transmisi lokal. Sehingga berbicara new normal, masih dilakukan evaluasi untuk Pulau Lombok.

Meski demikian, fakta lapangan, pusat-pusat ekonomi telah diizinkan buka oleh pemerintah daerah. demikian juga tempat-tempat ibadah. Sebab, COVID-19 ini, sektor yang paling terpukul adalah pariwisata yang menjadi sektor andalan NTB. Apalagi NTB dengan ditopang sektor ini masih dalam tahap recovery pascagempa 2018 lalu. Ditambah wabah corona, Sekda mengatakan hingga 2021 relatif penuh cobaan.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, dan Wakil Gubernur, Hj Sitti Rohmi Djalillah, beserta jajaran dengan misi NTB Gemilangnya membuat sekenario menghadapi persoalan di tengah pemangkasan dan keterbatasan anggaran.

Fokus saat ini bagaimana tersedianya alat pelindung diri (APD) dan menyediakan insentif bagi tenaga medis. Menyediakan obat-obatan, dan ruang perawatan serta fasilitas kedaruratan.

Sementara stimulus ekonomi, Pemprov NTB menggelontorkan paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang kepada masyarakat terdampak. Paket sembako dan pendukungnya, dibijaksanai harus menggunakan produk-produk lokal, agar produk UMKM terserap dan anggaran pemerintah dibelanjakan di daerah.

Dengan begitu, UMKM sebagai penyedia produk bisa terbantu bergerak. Ke depan, pemerintah daerah mendorong belanja-belanja pemerintah berputar di daerah. BUMDnya, PT Gerbang NTB Emas (GNE) membangun jejaring dengan BUMDes akan menyediakan seluruh kebutuhan masyarakat. perioritas adalah menyerap produk-produk lokal untuk didistribusikan. Dengan demikian diharapkan ekonomi di daerah ini secara otomatis akan terdongkrak.

Daerah juga menggerakkan Bank NTB Syariah, memberikan keringanan kredit kepada masyarakat. Seelain itu, NTB juga tengah mempersiapkan diri menggairahkan sektor pariwisata dengan sekenario wisatawan bebas Covid-19. NTB juga tetap mendorong persiapan pelaksanaan MotoGP2021 mendatang di KEK Mandalika.

Webinar tersebut berjalan dinamis. Komunikasi dua arah terbangun dengan baik. Beberapa pertanyaan disampaikan, di antaranya dari Japnas Jawa Timur yang memaparkan tentang kemiripan karakteristik Jawa Timur dan NTB.

Pertanyaannya, apa peluang yang bisa dikawinkan dua provinsi ini. Selain itu, apa yang Japnas bisa lakukan untuk NTB.

Dari Japnas Banten, juga mengusulkan program padat karya untuk menggairahkan ekonomi kembali bangkit. Sementara Japnas Papua meminta kejelasan program Pemda NTB yang paling dirasakan tepat sasaran saat ini.

Sekda NTB, H Lalu Gita Ariyadi kemudian menawarkan NTB dan Jawa Timur tetap menyelenggaran misi dagang, mempertemukan pengusaha penyedia komoditi dan pengusaha pembeli. Demikian juga dengan tawaran padat karya, untuk sektor konstruksi kata Sekda sangat memungkinkan.

Di kesempatan itu, Sekda NTB juga menawarkan NTB sebagai tuan rumah kegiatan-kegiatan nasional yang dilakukan Japnas, pada saatnya dimungkinkan. Mewakili Pemprov NTB, ia juga meminta Japnas seluruh Indonesia turut mempersiapkan suksesnya MotoGP 2021 mendatang di KEK Mandalika.

NTB juga tengah mengupayakan insentif bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata. diantaranya mendorong pemerintah daerah kabupaten/kota menghapus pajak-pajak usaha. Kemudahan akses transportasi udara dan laut. Serta mempersiapkan pulihnya Gili Trawangan yang menjadi ikon pariwisata NTB.

“Kita haus bergandenngan tangan, apa yang bisa kit alakukan, kami terbuka dan kita memahami tingkat kesulitan masing-masing,” demikian Lalu Gita.

Sebagai penutup, Ketua Japnas Provinsi NTB, I Made Agus Ariana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh partisipan dalam webinar ini. Ia juga menyampaikan komitmen Japnas untuk tetap bergandengan tangan dengan pemerintah daerah untuk sama-sama mengupayakan keluar dari kesulitan ekonomi yang membelit saat ini. (r)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here