Beranda Headline Kapal Cepat Kaia Eksplorer Tenggelam di Selat Lombok

Kapal Cepat Kaia Eksplorer Tenggelam di Selat Lombok

417
0
Tim SAR mengevakuasi korban kapal tenggelam ke Pelabuhan Lembar. (Dok Basarnas)
Tim SAR mengevakuasi korban kapal tenggelam ke Pelabuhan Lembar. (Dok Basarnas)

Lombok Barat (NTBOne) – Kapal cepat (fast boat) berbahan fiber dengan nama Kaia Eksplorer yang mengangkut enam orang anak buah kapal (ABK) dilaporkan tenggelam di perairan Selat Lombok, Rabu (9/12), sekitar pukul 11.30 Wita.

“Kami mendapatkan laporan dari VTS Benoa sekitar pukul 12.40 WITA bahwa pada pukul 11.30 WITA ada sebuah speedboat tenggelam di perairan Selat Lombok bagian utara, dekat dengan Gili Trawangan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram, Nanang Sigit PH.

Nanang menyebutkan kapal cepat Kaia Eksplorer berbobot 20 gross tonnage (GT) dengan panjang 16 meter tersebut berlayar dari Pelabuhan Padang Bai, Bali menuju Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Sebanyak enam korban yang merupakan ABK atas nama Made Sulastra (kapten kapal), Komang Budiastha (KKM), Nyoman Sumiarna (oilman), Sunu (JM), Ferry (oner) dan Riski (teknisi). Semuanya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat ke Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat.

Berdasarkan keterangan dari kapten kapal naas tersebut, fast boatnya dihantam gelombang tinggi sebanyak empat kali. Hantaman yang terakhir mengakibatkan kapalnya tenggelam karena air yang masuk lebih banyak dibanding air yang dikeluarkan melalui pompa air.

“Saya maunya berlindung ke Gili Trawangan setelah dihantam gelombang tiga kali, namun kapal keburu dihantam gelombang kembali dengan tinggi sekitar 1,5 meter, akhirnya kapal miring ke kanan dan tenggelam di utara Gili Trawangan,” ungkapnya Made Sulastra, saat tiba di Pelabuhan Lembar.

Ia menambahkan gelombang laut mulai tinggi sekitar pukul 10.25 Wita, dan pada pukul 11.30 Wita, kapal tenggelam saat melakukan perjalanan ke Gili Trawangan untuk berlindung dari cuaca yang kurang bagus.

Beruntung kapal MV Moning berbendera Panama yang kebetulan melintas di lokasi kejadian terlebih dahulu melakukan evakuasi terhadap semua korban.

Usai menerima laporan, Basarnas Mataram menerjunkan personelnya untuk melakukan evakuasi menggunakan kapal Rescue Boat 220 Mataram bersama unsur terkait. Namun, evakuasi tidak berjalan dengan lancar mengingat saat itu kondisi cuaca cukup ekstrem.

“Kami mencoba melakukan intercept ke kapal yang telah terlebih dahulu mengevakuasi semua korban yaitu kapal MV Moning yang mendekat ke perairan sebelah barat pantai Senggigi. Namun usaha kami tidak bisa dilakukan mengingat cuaca pada saat itu kurang bersahabat yaitu gelombang laut yang tinggi, sehingga kami kembali ke pelabuhan Lembar untuk berdiskusi dengan pihak terkait. Kapal Foyu 18 juga sempat berusaha membantu dalam proses intercept, namun tidak berhasil merapat ke kapal MV Moning akibat cuaca yang ekstrem,” ujar Nanang.

Pukul 21.00 Wita, tim SAR gabungan kembali bergerak memberikan pertolongan mengingat saat itu cuaca mendukung dan kapal MV Moning diarahkan untuk mendekati Pelabuhan Lembar.

“Akhirnya seluruh korban berhasil dipindahkan ke kapal Rescue Boat 220 Mataram dalam kondisi selamat pada pukul 21.55 Wita, dan selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Lembar untuk pemeriksaan kesehatan dan diserahkan ke pihak agen kapal,” kata Nanang saat berada di atas kapal Rescue Boat 220 Mataram usai melaksanakan operasi SAR (Pencarian dan Pertolongan). (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here