Kepala Seksi Kantor Camat Sekotong Lombok Barat Ditangkap Polisi

0
1640
Kapolres Lombok Barat AKBP Hery Wahyudi (kiri), bersama jajarannya menunjukkan barang bukti dugaan tindak pidana pungli. (ist)
Kapolres Lombok Barat AKBP Hery Wahyudi (kiri), bersama jajarannya menunjukkan barang bukti dugaan tindak pidana pungli. (ist)

Lombok Barat (NTBOne) – Jajaran Polres Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menangkap seorang Kepala Seksi Kantor Camat Sekotong berinisial RA (56) karena diduga melakukan tindak pidana pungutan liar untuk melancarkan proses penerbitan rekomendasi pencairan dana bantuan pemerintah untuk desa se-Kecamatan Sekotong, yaitu alokasi dana desa dan dana desa.

Terduga pelaku ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Kecamatan Gerung, pada Senin (21/10/2019), sekitar pukul 12.00 Wita.

“Terduga pelaku saat ini ditahan di Mapolres Lombok Barat untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Kapolres Lombok Barat, AKBP Hery Wahyudi, di dampingi Kasat Reskrim AKP Priyo Suhartono, di Lombok Barat, Selasa.

Operasi tangkap tangan terhadap oknum pegawai negeri sipil (PNS) tersebut dilakukan setelah tim mendapatkan informasi akan terjadi transaksi di areal kantor Bank NTB Syariah Cabang Gerung, Kabupaten Lombok Barat, pada Selasa (22/10/2019), sekitar pukul 11.00 Wita.

Sebelum operasi penangkapan, jajaran Polres Lombok Barat melakukan pengintaian pengintaian terhadap dua orang wanita yang dicurigai akan menyerahkan uang kepada RA. Kedua wanita tersebut masuk ke kantor Bank NTB Syariah Cabang Gerung.

Ketika berada di dalam kantor bank untuk mencairkan dana desa Desa Gili Gede Indah,
datang RA menggunakan mobil bersama seorang rekannya. Setelah beberapa menit kemudian, kedua wanita staf desa tersebut bertemua dengan RA di belakang kantor bank.

Salah seorang perempuan menyerahkan satu buah amplop berwarna putih kepada RA. Setelah bertransaksi, mereka kemudian keluar dari kantor bank.

RA oknum pejabat kantor Camat Sekotong (tengah), dikawal oleh dua orang polisi di Mapolres Lombok Barat. (ist)
RA oknum pejabat kantor Camat Sekotong (tengah), dikawal oleh dua orang polisi di Mapolres Lombok Barat. (ist)

RA yang mengendarai mobil dibuntuti oleh petugas, kemudian penyelidik berhasil memberhentikan. Terduga pelaku pungutan liar kemudian di bawa ke Mapolres Lombok Barat.

Petugas juga membawa barang bukti berupa uang pecahan Rp100 ribu sebanyak 30 lembar, satu exemplar laporan realisasi APBDes tahap II tahun 2019 Desa
Sekotong Tengah. Selain itu, dua unit handphone.

RA disangkakan Pasal 12 huruf e UU Nomor 20 tahun 2001 perubahan atas UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Pungli), dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Selain itu, pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling
banyak Rp1 miliar,.

Terduga pelaku juga bisa disangkakan Pasal 11 UU Nomor 20 tahun 2001 perubahan atas UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (pemberian hadiah berupa uang).

Hukumannya pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta. (Mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here