KKP Akselerasi Budidaya Udang Sebagai Tumpuan Ekspor

0
22
Undang vaname. (ist)
Undang vaname. (ist)

Jakarta (NTBOne) – Udang masih menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia. Pada tahun 2018, udang menyumbang devisa sebesar USD 1,27 miliar atau 36,96 persen dari total nilai ekspor,dari segi volume udang hanya menyumbang 18,35 persen dari keseluruhan volume komoditas yang diekspor dengan USA, Jepang, Belanda dan China menjadi pasar utama produk udang Indonesia.

Presiden Joko Widodo telah mencanangkan target peningkatan nilai ekspor udang sebanyak 250 persen hingga tahun 2024.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) menyambut tantangan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo, dengan menyusun Peta Jalan (Roadmap) Pengembangan Udang Nasional untuk memastikan target yang ditetapkan dapat terwujud.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam sambutannya pada acara pelatihan bisnis budidaya udang vannamei skala ekspor berbasis teknologi di Jakarta, Jumat (29/11), optimis target tersebut dapat tercapai dalam waktu 5 tahun ke depan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah investor, teknologi serta kecakapan pembudidaya dalam melakukan bisnis budidaya udang telah menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.

“Untuk mendukung program tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan telah meminta kepada saya untuk meningkatkan produksi tambak mulai dari yang tradisional dengan melakukan transfer teknologi kepada pembudidaya. Selain teknologi, hal lain seperti penerapan SOP yang benar, sumber induk, sistem pembenihan, pengelolaan lingkungan hingga penanganan penyakit merupakan hal esensial yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh pembudidaya,” jelas Slamet.

“Keberhasilan program budidaya udang yang berkelanjutan ini tidak dapat dipisahkan dari peran serta berbagai pihak. Untuk itu diperlukan sinergitas lintas sektor terutama dari sisi makro seperti dukungan dan kebijakan dari pemerintah daerah serta ketersediaan litrik dan BBM. Sedangkan dari sisi mikro seperti kualitas benih dan pakan, penyiapan wadah budidaya, optimaslisasi sarana produksi, hingga SDM yang mumpuni menjadi faktor yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan usaha,” papar Slamet.

Selain itu, tambah Slamet, budidaya udang turut dibantu KKP melalui berbagai program prioritas seperti Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (PITAP), bantuan alat berat, bantuan benih, Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil, dan penataan kawasan Budidaya Udang Berbasis Klasterisasi.

Sebelumnya, sebagai percontohan KKP telah bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Mamuju Utara (kini Kabupaten Pasangkayu) membangun tambak udang semi intensif bebasis klaster sebanyak 2 klaster seluas 8 hektar di Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo. Hasilnya, produktivitas meningkat dari 50-200 kg/ha menjadi 5.000-10.000 kg/ha.

Selain itu, pengembangan klaster kawasan budidaya udang berkelanjutan juga akan dilakukan 4 (empat) Kabupaten wilayah utara yakni Kabupaten Buol (Sulawesi Tengah), Gorontalo Utara (Gorontalo), Bone Bolango (Gorontalo), dan Bolang Mogondow (Sulawesi Utara) yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman sebagai bentuk komitmen bersama.

Slamet melanjutkan sebagai diversifikasi komoditas, KKP juga telah mendorong pengembangan udang asli Indonesia seperti udang Jerbung (Penaeus merguensis) dan udang putih (Panaeus indicus) yang akan dimasyarakatkan lebih luas pada tahun mendatang. Budidaya komoditas baru ini telah dilakukan uji multilokasi dengan hasil yang memuaskan dan dengan tingkat penyakit yang dapat dikendalikan hingga saat ini.

Tentunya komoditas ini akan dimasyarakatkan dengan menganut sistem budidaya yang berbasis lingkungan serta berkelanjutan.

“Pengelolaan lingkungan yang baik merupakan salah satu elemen penting keberterimaan pasar global terhadap produk udang Indonesia. Dengan kedisiplinan, konsistensi dan keinginan untuk belajar yang kuat dari pembudidaya, saya optimis target yang dicanangkan oleh pemerintah dapat tercapai,” pungkas Slamet. (Sumber KKP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here