KLM Mutiara Inti Permata Mati Mesin dan Terapung di Selat Lombok

0
522
Tim Basarnas mengevakuasi KLM Mutiara Inti Permata. (Foto Basarnas)
Tim Basarnas mengevakuasi KLM Mutiara Inti Permata. (Foto Basarnas)

Lombok Barat (NTBOne) – KLM Mutiara Inti Permata bermuatan 100 ton barang niaga berupa sembako dan peralatan rumah tangga mengalami mati mesin dan terapung di selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, sejak Senin (16/9/2019),

Kepala Satuan Polairud Kabupaten Lombok Barat Ipda I Gusti Made Suarjaya, di Lombok Barat, mengatakan kapal naas tersebut berhasil dievakuasi oleh Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan ke Pelabuhan Lembar, pada Selasa (17/9/2019), pukul 21.00 Wita.

“Kapal beserta enam orang penumpang terdiri atas satu orang nahkoda dan lima anak buah kapal(ABK) berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Lembar dalam keadaan selamat,” katanya.

Lima orang penumpang KLM Mutiara Inti Permata, yakni Salam (53) selaku nahkoda kapal, dan Safrin (58), serta Taufik (35), selaku ABK. Ketiganya merupakan warga Kabupaten Bima, NTB.

Tiga anak buah kapal lainnya adalah Anis (58), dan Fran (60). Keduanya berasal dari Nusa Tenggara Timur. Satu ABK lainnya bernama Peter (35), berasal dari Ambon, Provinsi Maluku.

Anggota Polairud memberikan bantuan kepada para penumpang KLM Mutiara Inti Permata. (Foto Polairud)
Anggota Polairud memberikan bantuan kepada para penumpang KLM Mutiara Inti Permata. (Foto Polairud)

KLM Mutiara Inti Permata berangkat dari Surabaya, Jawa Timur, tujuan Bima, NTB, pada Sabtu (14/9/2019), pukul 11.00 Wita.

Kapal tersebut dilaporkan mengalami kerusakan mesin pada Senin (17/9/2019) pukul 14.20 Wita. Nahkoda kapal memberikan tanda bahaya. Laporan tersebut kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, pada pukul 14.30 Wita.

Tim SAR gabungan, terdiri atas anggota Ditpolair Polda NTB, dan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, bergerak bersama dari Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, menuju titik koordinat 08°32,168S/115°50,019 E dari Pelabuhan Lembar.

Kapal berhasil ditemukan di perairan utara Pulau Lombok atau sekitar Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2 dengan jarak 18,6 mil laut heading 310 drajat posisi terakhir selat Lombok. (Mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here