Lombok Taksi karantina armada dan pengemudi pengangkut jenazah COVID-19

0
217
Petugas sedang menyemprotkan disinfektan ke mobil Lombok Taksi yang pernah digunakan mengangkut jenazah pasien COVID-19. (ist)
Petugas sedang menyemprotkan disinfektan ke mobil Lombok Taksi yang pernah digunakan mengangkut jenazah pasien COVID-19. (ist)

Mataram (NTBOne) – Manajemen Lombok Taksi (Bluebird Group) mengkarantina satu unit armada dan seorang pengemudi yang mengangkut jenazah pasien positif COVID-19 dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (6/7).

Manajer Pool Lombok Taksi, Amir Muslim menjelaskan, pihaknya menyayangkan adanya pemaksaan oleh sekelompok massa untuk pengunaan armada Lombok Taksi dalam mengantarkan jenazah positif COVID-19 di RSUD Kota Mataram.

“Pengantaran tersebut didasari oleh desakan permintaan dari massa sehingga tidak memungkinkan pengemudi kami untuk menolak desakan tersebut,” ujar Amir yang didampingi Manager HR & GA, Cekas Budiman Miharja.

Segera setelah kejadian tersebut, kata dia, pengemudi yang mengangkut jenazah tersebut diminta melakukan isolasi mandiri sesuai arahan petugas terkait.

Pengemudi tersebut juga dijadwalkan untuk melakukan rapid test dan pemeriksaan swab guna memastikan kesehatannya dalam kondisi yang fit sebelum kembali melayani pelanggan.

Selain pengemudi, lanjut Amir, pihaknya juga menerapkan protokol kebersihan dalam menghadapi penyebaran COVID-19, di mana armada yang digunakan mengangkut jenazah langsung dibersihkan secara menyeluruh dengan disinfektan.

“Minimal satu minggu armada ini tidak boleh keluar. Setiap dua jam sekali disemprot dengan disinfektan. Itu SOP untuk mencegah penyebaran COVID-19,” ucap Amir sambil menunjuk satu armada taksi yang dijemur di lapangan setiap hari.

Manajemen Bluebird Group, kata dia, berharap pengemudinya dalam kondisi sehat dan terus memberikan dukungan termasuk kepada keluarganya pada saat masa karantina mandiri.

Bluebird Group selalu menempatkan keselamatan, baik pengemudi dan penumpang sebagai prioritas perusahaan guna memberikan memberikan ketenangan lebih kepada para pelanggan.

“Sesuai saran dari Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19, sopir tersebut harus dikarantina minimal selama satu minggu untuk memastikan kondisi kesehatannya,” kata Manajer Pool Lombok Taksi, Amir Muslim, di Mataram, Kamis.

Sebelumnya, ratusan warga menjemput paksa jenazah seorang wanita berinisial M yang dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Kota Mataram, akibat COVID-19, pada Senin (6/7).

Ratusan warga dari Desa Ranjok, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat tersebut, berhasil membawa jenazah M menggunakan armada Lombok Taksi, yang kebetulan sedang berada di area rumah sakit , sekitar pukul 21.00 Wita. (Adin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here