Oknum Distanbun NTB dilaporkan ke Kejati

0
396

Mataram (NTBOne) – Himpunan Mahasiswa Sumbawa Selatan (HMSS) Mataram melaporkan oknum Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Nusa Tenggara Barat ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB karena diduga melakukan permainan pengadaan bibit jagung di Kabupaten Sumbawa.

Ketua HMSS Sendi Akramullah, kepada wartawan, Jumat (4/5/2019), menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Sumbawa saat ini menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.

“70 persen masyarakat Sumbawa menggantungkan hidupnya disektor pertanian. Maka dari itu kami minta Kepala Distanbun NTB untuk bertanggung jawab atas keterlambatan benih bibit jagung di NTB khususnya di Kabupaten Sumbawa,” ungkapnya.

Sendi sapaan akrab Sekretaris FKPMS -Mataram itu mengatakan jagung telah menjadi primadona bagi petani di Kabupaten Sumbawa, karena secara ekonomi bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dan di sisi lain dianggap menjadi ancaman kerusakan hutan di Kabupaten Sumbawa.

Menurut dia, pengadaan bibit jagung selama ini yang diadakan oleh Distanbun NTB dan pemerintah pusat kerap menimbulkan berbagai persoalan di masyarakat.

Antara lain, pengadaan bibit jagung varietas Bima Uri yang diduga oplosan, sehingga masyarakat mengalami kerugian pascatanam.

“Selain itu, pengadaan bibit jagung yang tidak sesuai dengan permintaan petani Kabupaten Sumbawa,” ucapnya.

Sendi menduga telah diduga pengadaan bibit jagung ini merupakan permainan atau kongkalikong antara oknum Distanbun NTB dengan pengusaha untuk memenangkan bibit bibit tertentu. Sehingga mengabaikan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan petani.

Untuk itu, ia berharap kepada Kejati NTB mengusut adanya dugaan permainan tersebut

Pihaknya juga meminta Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, untuk mengevaluasi kinerja Kepala Distanbun NTB terkait dengan adanya dugaan masalah pengadaan bibit jagung yang tidak sesuai dengan apa yang dinginkan oleh petani. (Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here