Beranda Pariwisata Pelabuhan Teluk Nara Lombok Utara Beroperasi Kembali

Pelabuhan Teluk Nara Lombok Utara Beroperasi Kembali

237
0
Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar mengecek kondisi dermaga Teluk Nara. (Foto Humaspro KLU)
Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar mengecek kondisi dermaga Teluk Nara. (Foto Humaspro KLU)

Lombok Utara (NTBOne) – Menyongsong era kenormalan baru dan percepatan perekonomian masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU), Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar meresmikan pengoperasian kembali Pelabuhan Teluk Nara di dermaga pelabuhan setempat, Selasa (8/12/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para asisten dan kepala organisasi perangkat daerah lingkup pemerintah daerah KLU, Kasat Polairud Iptu MS Artana, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pemenang Heru Supriyadi, Camat Pemenang Suhadman, Kepala Desa Malaka H Akmaludin Ichwan, dan undangan lainnya.

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar merasa bersyukur dapat melakukan satu langkah yang memiliki makna bagi besar untuk perputaran perekonomian dentan pengoperasian kembali Pelabuhan Teluk Nara.

“Menjadi salah satu entri poin kita menuju tiga gili, untuk itu maka dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang menyelenggarakan acara ini,” katanya.

Menurut dia, pengoperasian kembali dermaga tersebut dalam rangka terus mempersiapkan diri menuju era normal baru, sebagai bagian dari perjalanan pandemi COVID-19 yang sedang dialami masyarakat KLU.

“Maka dengan kita operasikan kembali pelabuhan Teluk Nara ini terjawabklah apa yang diinginkan masyarakat kita selama ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Najmul mengatakan ketika Pemda KLU melakukan langkah-langkah membatasi aktivitas masyarakat dengan tujuan menekan angka covid. Disadari banyak hal-hal yang dilakukan yang mungkin tidak semua menguntungkan masyarakat.

Dari sudut pandang kesehatan, langkah yang diambil Pemda melalui gugus tugas menguntungkan masyarakat, tetapi secara ekonomi memang merugikan, sebab ada penurunan down great terhadap masyarakat. Pemda sendiri merasakan betul bagaimana covid ini memaksakan untuk berubah dalam segala hal.

“Pertumbuhan ekonomi melemah, bahkan angka kemiskinan kita sempat meningkat 0,2 persen disaat kita mengalami persoalan yang berat. Alhamdulillah sekarang sudah normal kembali. Bahkan kita sangat bersyukur saat ini pertumbuhan ekonomi kita cukup membaik bahkan melebihi sebelum bencana covid. Ini hal-hal yang patut kita syukuri. Perekonomian masyarakat Lombok Utara stabil,” terang bupati.

Hajat membuka kembali pelabuhan merupakan langkah nyata pempersiapan menuju era kenormalan baru. Di sektor ekonomi, kata bupati, pariwisata menjadi salah satu faktor utama perhatian pemda di samping sektor-sektor yang lain. Pasalnya, sektor pariwisata menjadi penggerak serta pengungkit sektor ekonomi lainnya. Diyakininya ketika sektor pariwisata bergerak pertanian, UKM, dan peternakan menemukan pasarnya, sehingga pasar pariwisata bisa disebut big market KLU.

“Harapan saya berikutnya nanti kita melakukan pertumbuhan ekonomi yang penting,” terangnya lagi.

Bupati Najmul juga menjelaskan di Bangsal pasar holtikultura sudah siap untuk beroperasi dan tinggal mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk mau menanamkan investasi di pasar hortikultura. Dengan harapan pasar holtikultura nantinya akan dapat memutus perpanjangan mata rantai ekonomi, sehingga masyarakat di tiga Gili bisa belanja di pasar hortikultura.

“Tiga Gili menjadi perhatian serius kita karena segala yang kita lakukan saat ini sebagai entri poin kita masuk ke tiga Gili,” tutup Sekjen APKASI itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan KLU Iwan Maret Asmara menyampaikan pengoperasian kembali dermaga Teluk Nara karena kurang lebih sudah 10 bulan ditutup.

Penutupan itu, sambung Maret, sesuai dengan surat Gubernur NTB tanggal 20 Maret 2020 tentang penutupan sementara penyeberangan menuju Gili Meno, Air, dan Trawangan (Tiga Gili).

“Selama 10 bulan kita di Kabupaten Lombok Utara menindaklanjuti surat Gubernur dengan membentuk satgas di bawah BPBD dalam rangka bencana darurat Covid-19,” tuturnya.

Selama satgas bertugas, kata dia, bisa menekan angka penularan COVID-19 dengan hasil bisa dihentikan. Dapat dilihat terakhir sudah sampai zero kasus. Akan tetapi ia meminta semua pihak tetap menjalankan protokol COVID-19.

“Penutupan tiga Gili ini sangat berdampak pada masyarakat dan pengusaha. Berdasarkan itu kami memohon supaya demaga ini bisa dibuka kembali” pungkas mantan Kalaksa BPBD KLU ini. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here