Pembantaian Rusa di Taman Nasional Komodo Kembali Terjadi

0
846
Barang bukti tujuh ekor rusa yang mati setelah dibantai para pemburu di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. (Foto Humas Polda NTB)
Barang bukti tujuh ekor rusa yang mati setelah dibantai para pemburu di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. (Foto Humas Polda NTB)

Mataram (NTBOne) – Warga dunia maya sempat dihebohkan dengan viralnya foto rusa Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mati akibat dibantai pemburu pada Agustus 2017 silam.

Peristiwa serupa kembali terjadi. Kali ini sebanyak tujuh ekor rusa di Taman Nasional Komodo mati setelah dibantai para pemburu dari Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tim Gabungan dari Pos TNI Angkatan Laut (AL) Sape, Posramil Lambu, dan Kompi 3 Batalyon C Satbrimob Polda NTB, berhasil menggagalkan penyelundupan rusa atau menjangan di So Tanjung Pantai Lariti, Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, NTB, pada Rabu (7/8/2019).

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Purnama, di Mataram, Kamis (8/8/2019), mengatakan salah seorang terduga pelaku yang ditangkap barang bukti tujuh ekor rusa yang sudah mati, dan satu ekor rusa yang masih hidup sudah diserahkan oleh Polres Bima Kota, untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Pelaku yang ditangkap berinisial Yan (44), warga Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

“Barang bukti yang diamankan, yaitu satu unit mobil Toyota Kijang, tujuh ekor rusa dalam keadaan mati, satu ekor rusa dalam keadaan hidup,” katanya.

Purnama menjelaskan terungkapnya kasus tersebut bermula ketika anggota TNI AL melihat beberapa orang dengan aktivitas mencurigakan, yaitu mengeluarkan rusa-rusa dari sebuah perahu kemudian dimasukkan dalam mobil kijang, pada Rabu (7/8/2019), sekitar pukul 08.00 Wita.

Setelah semua rusa dimasukkan, mobil berjalan sekitar 10 meter dari pinggir pantai Pantai Lariti. Dua orang anggota TNI AL bersama anggota Resmob dan Posramil menghentikan laju kendaraan tersebut.

Tiba-tiba orang-orang di sekitar lokasi melarikan diri, namun tim gabungan berhasil mengamankan seorang terduga pelaku (Yan), beserta kendaraan yang dikemudikannya.

Pelaku dan barang bukti tersebut kemudian diamankan di kantor Pos TNI-AL Sape, sekaligus berkoordinasi dengan Kapolsek Lambu, Danposramil Lambu, serta Danki 3 Batalyon C Satbrimob Polda NTB, untuk selanjutnya dibawa ke Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) SKW III Bima-Dompu.

Pelaku dan barang bukti kemudian diserahkan kepada Unit Tipidter Satuan Reskrim Polres Bima Kota, untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Upaya penyelundupan untuk kesekian kalinya ini berhasil digagalkan oleh aparat gabungan,” kata Purnama.

Tim Gabungan dari Pos TNI Angkatan Laut (AL) Sape, Posramil Lambu, dan Kompi 3 Batalyon C Satbrimob Polda NTB. (Foto Humas Polda NTB)
Tim Gabungan dari Pos TNI Angkatan Laut (AL) Sape, Posramil Lambu, dan Kompi 3 Batalyon C Satbrimob Polda NTB. (Foto Humas Polda NTB)

Polda NTB bersama TNI akan tetap melakukan kegiatan patroli bersama di tempat-tempat yang rawan adanya barang/hasil kejahatan yang masuk lewat jalur laut.

“Kita tahu bahwa keberadaan rusa atau menjangan di Pulau Komodo merupakan satwa yang dilindungi. Ketika siapa saja yang mengangkut keluar rusa atau menjangan Pulau Komodo hidup atau mati merupakan suatu pelanggaran dan pidana,” kata Purnama. (Mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here