Beranda Lombok Timur Petrokimia Gresik Luncurkan Agro Solution di Lombok Timur

Petrokimia Gresik Luncurkan Agro Solution di Lombok Timur

149
0
Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih (kanan), bersama Bupati Lombok Timur H Sukiman Azmy, melakukan penanaman jagung perdana di Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. (ist)
Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih (kanan), bersama Bupati Lombok Timur H Sukiman Azmy, melakukan penanaman jagung perdana di Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. (ist)

PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia
mencanangkan program Agro Solution yang ditandai dengan tanam perdana jagung pada
lahan seluas 108 hektar di Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten
Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (19/1).

Pencanangan program Agro Solution tersebut dilakukan oleh Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih, bersama Bupati Lombok Timur H Sukiman Azmy, di Desa Pringgabaya Utara, Kabupaten Lombok Timur, Selasa.

Digna Jatiningsih yang mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan Agro Solution merupakan program terobosan holding PT Pupuk Indonesia, yang mengusung konsep usaha pertanian dari hulu hingga hilir untuk menjaga kedaulatan pangan nasional di tengah pandemi COVID-19, melalui peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

“Dalam program tersebut, Petrokimia Gresik mendapat tugas untuk mengawal pertanian di lahan seluas 16.000 hektare atau 32 persen dari total target Pupuk Indonesia Grup seluas 50.000 hektare, termasuk di Kabupaten Lombok Timur,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan tanam perdana jagung di Kabupaten Lombok Timur, merupakan proyek percontohan bagi Petrokimia Gresik, di mana keberhasilannya nanti akan diduplikasi di daerah lainnya.

Selama ini, kata Digna, petani masih berhadapan dengan banyak kendala dalam menjalankan usahanya, seperti rendahnya produktivitas pertanian, harga agro-input (pupuk, pestisida, benih dan lainnya) tidak terjangkau.

Selain itu, minimnya akses ke lembaga keuangan, harga jual hasil panen cenderung turun ketika panen raya, belum terlindunginya petani dari risiko gagal panen, infrastruktur yang terbatas, serta kendala lainnya.

“Untuk itu melalui program ini, Petrokimia Gresik bersama mitra akan melakukan
pendampingan intensif bagi petani dalam menjalankan usaha pertanian dengan memberikan jaminan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan pendampingan tersebut dilakukan bersama Aliansi Kemitraan Pertanian Berkelanjutan, yaitu PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penyedia asuransi pertanian, PT Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai penyedia permodalan kredit usaha rakyat (KUR), PT Bisi Internasional sebagai penyedia benih jagung.

Selain itu, PT Datu Nusra Agribisnis (DNA) sebagai off taker hasil pertanian di Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan tugas Petrokimia Gresik adalah sebagai koordinator sekaligus menyediakan pupuk dan pestisida, melalui anak perusahaan yaitubPT Petrosida Gresik, dan PT Petrokimia Kayaku.

Sementara itu, menurut Kementerian Pertanian kebutuhan pupuk petani berdasarkan usulan elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (E-RDKK) mencapai 23 juta ton. Sedangkan, pada 2021, pemerintah hanya mengalokasikan pupuk bersubsidi sebesar 9 juta ton plus 1,5 juta liter pupuk organik cair.

“Untuk itu, Petrokimia Gresik berkomitmen menyukseskan program Agro Solution dengan
memberikan pendampingan secara komprehensif, khususnya melalui penggunaan pupuk
non-subsidi,” ucap Digna.

Dalam program tersebut, Petrokimia Gresik mengaplikasikan pupuk non-subsidi NPK Phonska Plus. Berdasarkan uji aplikasi dengan menggunakan dosis pemupukan berimbang 5:3:3 atau 500 kilogram pupuk organik Petroganik, 300 kilogram phonska plus dan 300 kilogram urea untuk per satu hektar tanaman jagung, hasil panen lebih tinggi 25 persen atau 2,5 ton per hektar pipilan kering dibandingkan dengan penggunaan pupuk NPK Phonska subsidi.

“Kami menyediakan pupuk NPK dengan kualitas lebih baik namun dengan harga terjangkau,” ujar Digna.

Ia pun berharap produk pupuk Petrokimia Gresik dapat menjadi andalan bagi petani di
Kabupaten Lombok Timur, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani setempat
serta menegaskan NTB sebagai salah satu provinsi sentra produksi jagung nasional. Selain
untuk industri pangan, terutama pakan ternak, jagung juga digunakan oleh sektor agroindustri lainnya, seperti industri farmasi, kosmetika, dan kimia.

Peduli dan Berbagi kepada Petani

Selain mensuplai sarana produksi pertanian berupa pupuk dan pestisida, dalam kesempatan yang sama Petrokimia Gresik juga memberikan bantuan berupa 2 (dua) unit kultivator dan 15 unit hand sprayer kepada petani setempat.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program “Petrokimia Gresik Peduli & Berbagi” dimana Petrokimia Gresik berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, khususnya petani Indonesia.

Digna berharap bantuan ini dapat memudahkan petani setempat dalam menjalankan usaha
pertaniannya untuk menyukseskan program Agro Solution, yang tentunya akan meningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

“Kami optimis program ini akan membawa pertanian Indonesia semakin maju, sehingga dapat menjadi solusi ketahanan pangan nasional sekaligus kesejahteraan petani di Indonesia,” katanya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here