PKT – AIP PRISMA Mendorong Kemandirian Ekonomi di NTB

0
55
endes PDTT Abdul Halim Iskandar, bersama SEVP Komersil Pupuk Kaltim, Meizar Effendi, Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto, serta perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Kabupaten Dompu, melakukan penanaman perdana program Agro Solution untuk komoditas jagung, di Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Jumat (6/11/2020). Foto Pupuk Kaltim
endes PDTT Abdul Halim Iskandar, bersama SEVP Komersil Pupuk Kaltim, Meizar Effendi, Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto, serta perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Kabupaten Dompu, melakukan penanaman perdana program Agro Solution untuk komoditas jagung, di Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Jumat (6/11/2020). Foto Pupuk Kaltim

Mataram (NTBOne) – Program Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Income through Support for Markets in Agriculture (AIP-PRISMA) adalah program yang mendukung strategi jangka menengah Pemerintah Indonesia untuk percepatan pengentasan kemiskinan dengan cara mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

PRISMA menyediakan solusi komprehensif dan berkelanjutan untuk kemakmuran rumah tangga petani kecil di Indonesia. PRISMA didanai oleh lembaga kerja sama Australia Indonesia (AIP) yang berpusat di Surabaya.

Tujuan PRISMA adalah memperkuat daya saing pelaku pasar sektor pertanian, terutama petani kecil dengan cara meningkatkan produktivitas sektor-sektor pertanian, memperkuat akses ke sarana produksi pertanian dan pasar pascaproduksi, mendorong inovasi, memperbaiki iklim usaha pertanian di daerah.

Program itu pada fase pertama sudah berjalan dengan nama program Australia-Indonesia Partnership for Rural Economic Development (AIP-Rural, 2013-2018) yang mencakup empat program pengembangan sistem pasar, yaitu SAFIRA (program keuangan untuk pertanian), TIRTA (program irigasi tersier), ARISA (program riset terapan di sektor pertanian), dan PRISMA sebagai program utama.

Fase kedua (2019-2023) mengintegrasikan keempat program tersebut ke dalam program tunggal dengan nama PRISMA. Pada akhir fase pertama pelaksanaan program (Desember 2018), PRISMA berhasil melampaui target pencapaian dengan meningkatkan pendapatan 345.001 rumah tangga pertanian kecil hingga sebesar 252 persen.

Diakhir fase kedua, PRISMA menargetkan peningkatan minimal 30 persen pendapatan bersih bagi 700.000 rumah tangga pertanian kecil lainnya di lokasi kerja program. Kemitraan pembangunan 10 tahun antara Australia dan Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan 30 persen pendapatan bersih bagi total satu juta rumah tangga pertanian kecil pada tahun 2023.

Pada fase pertama, PRISMA beroperasi di lima provinsi di Indonesia – Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua Barat dan Papua. Pada fase kedua, PRISMA akan terus bekerja di provinsi-provinsi tersebut dan akan memperluas jangkauannya ke Jawa Tengah, sehingga menambah jumlah wilayah kerja menjadi enam provinsi.

Di NTB sendiri, intervensi yang telah dilakukan oleh PRISMA berupa berbagai macam program dengan menggandeng PT Pupuk Kalimantan Timur sebagai mitra karena memiliki beberapa kesamaan gagasan dalam hal peningkatan kesejahteraan petani.

Program-program yang telah dijalankan pada tahun 2020, di antaranya Training Of Trainer, Program Demplot sejumlah 63 titik, kegiatan Farmer Meeting sejumlah 70 titik, dan mendukung program Agro-Solution yang dicanangkan oleh PT Pupuk Indonesia melalui anak perusahaan PT Pupuk Kalimantan Timur berlokasi di Kabupaten Dompu.

Kegiatan Training Of Trainer diperuntukkan bagi karyawan account executif (AE) dan Assistant Account Executif (AAE) PT Pupuk Kaltim dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai Product Knowledge, teknik berjualan dan tata cara berinteraksi
dengan petani mapun konsumen lainnya.

Dengan adanya kegiatan TOT inidiharapkan para petugas lapangan (AAE) dapat memberikan kontribusi lebih bagi perusahaan dalam peningkatan penjualan produk. Program Demplot sejumlah 63 titik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB. Selain menjadi media promosi, program demplot ini juga bertujuan mengenalkan kepada petani cara-cara bertani yang baik dan benar dengan menggunakan pupuk sesuai dosis dan anjuran, sehingga mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Berdasarkan hasil panen, kegiatan demplot yang dilakukan rata-rata mampu meningkatkan hasil panen petani dari yang sebelumnya di kisaran 5-6 ton/ha meningkat menjadi 8-10 ton/ha untuk tanaman padi. Kegiatan Farmer Meeting dilaksanakan sejumlah 70 titik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB, dengan tujuan memberikan edukasi kepada petani mengenai regulasi pupuk subsidi, mengenalkan produk pupuk nonsubsidi (Sharing Product Knowledge) yang bisa dijadikan produk alternatif dalam mengurangi ketergantungan masyarakat/petani terhadap pupuk subsidi.

Setelah kegiatan tersebut dijalankan, diharapkan petani lebih memahami mengenai aturan-aturan yang berkaitan dengan pupuk subsidi dan mengetahui ada produk pupuk nonsubsidi yang dapat meningkatkan hasil panen pertaniannya dengan menggunakan produk PT Pupuk Kaltim.

PRISMA dan PT Pupuk Kalimantan Timur juga mendukung upaya-upaya dalam mensejahterakan petani, salah satunya melalui program Agro-Solution yang dicanangkan di Kabupaten Dompu pada 6 November 2020 lalu.

Hal itu merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas pertanian. Agro Solution adalah program pendampingan intensif kepada petani dan budi daya pertanian berkelanjutan, serta melibatkan rantai pasok.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam program Agro Solution, antara lain dengan mengkoordinasi para petani, kemudian memberikan supervisi dan bimbingan teknis untuk membantu petani melakukan budi daya pertanian dengan tepat, membantu memberikan akses terhadap permodalan baik lewat bank ataupun lembaga lainnya. ‘

Selain itu, program ini juga membantu menyediakan agro input yang berkualitas seperti pupuk, benih, dan pestisida serta jaminan asuransi bila terjadi gagal panen. Selanjutnya, yang terpenting adalah membantu petani memperoleh akses terhadap Off Taker atau pembeli hasil panen.

Harapan besar dari program ini adalah ketika produktivitas meningkat dan dapat dipasarkan dengan harga yang bagus, pendapatan dan kesejahteraan petani akan meningkat yang tentunya akan berdampak pada daya beli petani.

Apabila daya beli sudah baik, maka petani akan mempunyai kemampuan membeli pupuk nonsubsidi, yang pada akhirnya akan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi dan mengurangi beban subsidi.
Pemerintah itulah berbagai macam kegiatan dan program kerja sama yang telah dilaksanakan oleh PT Pupuk Kaltim dan AIP-PRISMA dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi, khususnya pada bidang pertanian di NTB, selama 2020. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here