PLN Genjot Pembangunan PLTU Sambelia Berkapasitas 2 x 50 MW

0
118
Foto udara pembangunan PLTU Sambelia. (Foto PLN)
Foto udara pembangunan PLTU Sambelia. (Foto PLN)

Mataram (NTBOne) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara memastikan bahwa proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sambelia di Desa Padak Guar, Kecamatan Sembelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB, tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19.

PLTU Sambelia berkapasitas 2 x 50 MW, merupakan pembangkit yang memanfaatkan uap yang berasal dari batubara sebagai sumber energi penggerak turbine untuk menghasilkan listrik. Listrik yang dihasilkan tersebut kemudian dievakuasi melalui dua jalur utama Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yakni SUTT Pringgabaya dan SUTT Bayan.

“rogress pembangunan PLTU Sambelia ini sudah mencapai 39%. Beberapa tahapan konstruksi masih terus dikerjakan, baik elektrikal maupun mekanikal,” kata Edo Agung Wibowo, Manager Proyek PLTU Sambelia.

Edo juga menambahkan bahwa aktivitas pekerjaan di lokasi sempat terkendala karena pandemi Covid-19, namun PLN telah beradaptasi dengan kondisi tersebut. Salah satunya dengan menerapkan standar protokol kesehatan sesuai instruksi perusahaan dan himbauan pemerintah. Hal tersebut dikarenakan aktivitas pembangunan harus tetap berjalan sesuai jadwal, terlebih lagi PLTU Sambelia ini merupakan salah satu program 35.000 MW pemerintah.

“Menghadapi New Normal, aktivitas pekerjaan di lokasi proyek menerapkan protokol kesehatan yang berlaku di lingkungan kerja. Pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan waktu kerja, penggunaan masker, penyediaan fasilitas cuci tangan di seluruh area kerja, dan lainnya. Tidak hanya berlaku bagi pekerja, tetapi juga bagi pengunjung yang diberikan akses masuk,” tutur Edo.

Pembangunan PLTU Sambelia ini direncanakan selesai dan memperkuat sistem kelistrikan Lombok pada pertengahan tahun 2021.

“Kami optimis untuk segera menyelesaikan pembangunan PLTU Sambelia ini. Target Commercial Operation Date sudah semakin dekat. Harapan kami, dengan selesainya pembangunan pembangkit ini, perekonomian di NTB lebih meningkat lagi karena kebutuhan listriknya semakin tercukupi,” kata Edo. (r)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here