Polairud Polda NTB dan BKIPM lepasliarkan ribuan benih lobster

0
386

NTBOne – Anggota Polairud Polda NTB bersama Petugas Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram melepasliarkan 2.000 benih lobster hasil sitaaan di wilayah perairan Gili Sudak, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (25/3).

Kasubdit Gakkum Direktur Polairud Polda NTB, Kompol Luqman Pujo Prasetyo, mengatakan, benih lobster hasil sitaan tersebut dilepasliarkan, karena dikhawatirkan akan mati jika terlalu lama diluar habitatnya.

“Dikhawatirkan mati, sebanyak 19.800 ekor benih lobster hasil sitaan tersebut langsung di lepas liarkan, di wilayah perairan Gili Sudak, Kecamatan Sekotong , Kabupaten Lombok Barat ,” ujar Pujo.

Pelepasliaran benih lobster dilakukan langsung oleh Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol I made Sunarta, didampingi Kepala BKIPM Mataram Supra Yogi , dan Kasubdit Gakkum Polairud Polda NTB, Kompol Luqman Pujo Prasetyo.

Pelepasliaran benih lobster jenis mutiara tersebut dilakukan dengan cara membuka ikatan kemasan pelastik yang berisi oksigen memasukan air laut ke dalam pelastik lalu perlahan-lahan menumpahkan baby lobster ke laut.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKIPM NTB Supra Yogi menjelaskan, benih lobster yang dilepasliarkan tersebut merupakan barang bukti yang berhasil diamankan petugas Ditpolairud Polda NTB dari sejumlah pengepul benih lobster yang terdapat di pesisir selatan NTB.

“Kami bersama Ditpolairud Polda NTB melakukan pelepasliaran benih lobster hasil sitaan petugas Dirpolairud dari tiga tersangka pengepul dengan jumlah sebanyak 19.800 ekor senilai Rp3,96 miliar,” ujar Supra Yogi.

Supra Yogi menambahakan, ribuan ekor benih lobster tersebut, akan diselundupkan ke Vietnam, dikarenakan produksi lobster terbesar di Asia saat ini adalah negara tersebut.

“Negara tujuan akan diselundupkan baby lobter asal Lombok ini adalah Vietnam, karena Vietnam merupakan produksi lobster tertingi di Asia saat ini” ungkap Supra Yogi.

Supra Yogi menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan penangkapan benih lobster.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar tidak memperdagangkan benih lobster, mengingat adanya aturan pelarangan penangkapan serta memperjualbelikan benih lobster.

“Kami juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak menangkap serta memperjualbelikan benih lobster,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Gakkum Polairud Polda NTB Kompol Luqman Pujo Prasetyo mengatakan, petugas berkomitmen akan melakukan pemberantasan terhadapat para pelaku, penangkapan dan perdagangan benih lobster secara ilegal.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, benih lobster tersebut akan diekspor ke luar negeri. Sedang kita dalami dan dilakukan pengembangan terhadap pelaku lain atau para pemodalnya,” tegasnya. (Wal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here