STIA Mataram Yudisium 121 Mahasiswa

0
184
Caption Foto :Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STIA Mataram, M Yan Ardian (kiri), menyematkan selempang kepada salah seorang mahasiswa peserta yudisium ke-29 STIA Mataram, pada Jumat (16/8/2019). Foto NTBOne
Caption Foto :Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STIA Mataram, M Yan Ardian (kiri), menyematkan selempang kepada salah seorang mahasiswa peserta yudisium ke-29 STIA Mataram, pada Jumat (16/8/2019). Foto NTBOne

Mataram (NTBOne) – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram, Nusa Tenggara Barat, meyudisium sebanyak 121 orang mahasiswa dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara, dan Program Studi Ilmu Administrasi Niaga.

Prosesi yudisium di gelar di kampus STIA Mataram, di Jalan Bung Karno Nomor 60, Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, pada Jumat (16/8/2019).

Hadir pada kesempatan itu Ketua STIA Mataram Syaumudinsyah, SH, MM, Wakil Ketua Bidang Akademik STIA Mataram Hidayaturrahman, ST, MT, Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Evi Sukmayeti, serta Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STIA Mataram, M Yan Ardian.

Ketua STIA Mataram Syaumudinsyah, SH, MM, menjelaskan yudisium merupakan proses akademik yang menyangkut penerapan nilai dan kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik yang telah dijalaninya.

“Alhamdulillah pada 16 Agustus 2019, STIA Mataram melaksanakan yudisium ke-29, di mana jumlah mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara sebanyak 107 orang, dan mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Niaga 14 orang, sehingga totalnya 121 mahasiswa yang diyudisium,” katanya.

Ia menyebutkan dari 121 mahasiswa yang diyudisium, ada dua mahasiswa yang dikukuhkan mempereleh predikat “cumlaude”, yakni predikat banyak pujian yang diberikan pada ujian di perguruan tinggi untuk mahasiswa yang sudah menyelesaikan studinya.

Dua mahasiswa tersebut adalah Kurniawan, dan Ria Anggraini. Keduanya dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara.

Syaumudinsyah berharap kepada para mahasiswa dari dua program studi yang sudah diyudisium dapat memberikan sumbangsih pengabdian terbaik baiknya kepada bangsa dan negara dan Provinsi NTB terkait dengan bidang ilmu yang diperoleh selama belajar di kampus STIA Mataram.

Pihaknya juga berharap kepada mahasiswa yang sudah diyudisium untuk tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana. Sebab, belajar tidak ada batasnya dan alangkah baiknya sampai akhir hayat

“Semoga ilmu yang diperoleh di STIA Mataram dapat bermanfaat dan memberikan safaat buat masyarkat NTB dan bangsa Indonesia,” kata Syaumudinsyah.

Wakil Ketua Bidang Akademik STIA Mataram Hidayaturrahman, ST, MT, juga berharap kepada mahasiswanya untuk tetap semangat meneruskan studi ke jenjang lebih lanjut setelah memperoleh gelar sarjana.

“Harus tetap semangat dan paling penting adalah apa pun yang dilakukan, ingatlah anda bagian dari keluarga besar STIA Mataram. Saya minta tetap menjaga nama baik almamater dan menunjukkan lulusan STIA Mataram mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya,” ucap pria yang akrab disapa Dayat di hadapan ratusan mahasiswa yang diyudisium.

Ia juga berpesan kepada dua orang mahasiswa yang memperoleh predikat “cumlaude” agar tidak jumawa dengan gelar yang diperoleh dan harus tetap termotivasi untuk meningkatkan kapasitasnya di bidang ilmu administrasi.

Kurniawan, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara yang memproleh predikat “cumlaude” mengaku merasa bangga menjadi lulusan STIA Mataram yang telah mencetak ribuan alumni sejak berdiri pada 20 Mei 1986.

Kurniawan berkomitmen untuk membuktikan dirinya mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama dibangku kuliah untuk kemaslahatan masyarakat dan kemajuan pembangunan di Provinsi NTB.

Hal yang sama juga diucapkan Ria Anggraini, yang juga memperoleh predikat “cumlaude” pada yudisium ke-29 STIA Mataram. Ia juga berkomitmen untuk memanfaatkan ilmu administrasi yang diperoleh bagi diri pribadi dan bagi nusa dan bangsa.

“Semoga kampus kami tercinta STIA Mataram semakin jaya,” ucap Ria Anggraini dengan penuh rasa bangga.

Kebahagian mahasiswa STIA Mataram setelah diyudisium. (Foto NTBOne)
Kebahagian mahasiswa STIA Mataram setelah diyudisium. (Foto NTBOne)

STIA Mataram berdiri pada 20 Mei 1986. Berbagai prestasi telah diraih, di antaranya meraih sertifikat akreditasi institusi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi pada akhir 2017. Selain itu, telah melakukan re-akreditasi program studi dan terakreditasi pada awal 2018.

Berbagai kerja sama dengan institusi di dalam negeri sering dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia kampus, di antaranya kerja sama dengan Universitas Selangor Malaysia, dan Kementerian Pertahanan. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here