Warga Selong Lombok Timur terancam hukuman mati karena narkoba

0
425
Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol M Nurochman (kiri), menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu. (Foto NTBOne)
Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol M Nurochman (kiri), menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu. (Foto NTBOne)

Mataram (NTBOne) – TT alias AR (37), warga Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, terancam hukuman mati karena diduga akan mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu seberat hampir satu kilogram.

TT merupakan rekan dari JM. Keduanya ditangkap oleh tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat, di lokasi berbeda, yakni Kantor Cabang TIKI Mataram, dan Hotel Nutana Mataram, pada 28 Mei 2019.

TT mengaku kepada polisi pernah bekerja di BRI Cabang Selong, Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan JM beralamat di Bojongsari, Kota Depok, Jakarta.

Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol M Nurochman, mengatakan JM ditangkap di kantor TIKI Cabang Mataram saat mengambil empat paket tas perempuan berisi narkotika jenis sabu seberat 800,50 gram yang dikemas dalam bungkus plastik.

Tim BNNP NTB kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap TT alias AR yang diduga akan menerima barang kiriman tersebut. Penangkapan dilakukan di lobi hotel Nutana Mataram.

TT ditangkap bersama barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 11,95 gram yang dikemas dalam tiga plastik klip kotak permen. Selain itu, narkotika jenis sabu sebesar 0,67 gram yang dikemas dalam bungkus plastik bening dalam sebuah tas.

Tersangka TT alias AR, dan JM ditahan di sel tahanan BNNP NTB. (Foto NTBOne)
Tersangka TT alias AR, dan JM ditahan di sel tahanan BNNP NTB. (Foto NTBOne)

“Saat ini, kedua tersangka ditahan di sel BNNP NTB, untuk diproses hukum lebih lanjut,” kata Nurochman.

Tersangka JM akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 13 ayat (1) atau 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, sedangkan tersangka TT alias AR akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 13 ayat (1) atau 112 pasal 132 ayat (1) dan 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukumannya, yakni hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, pidana penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda minimal Rp1 miliar atau maksimal Rp10 miliar. (Wal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here