Warga Sigerongan Lombok Barat Diduga Tilep Uang Bantuan Korban Gempa untuk Judi Online

0
1740
Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam (kiri dua), bersama jajarannya menunjukkan sejumlah barang bukti penggelapan bantuan dana untuk korban gempa. (ist)
Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam (kiri dua), bersama jajarannya menunjukkan sejumlah barang bukti penggelapan bantuan dana untuk korban gempa. (ist)

Lombok Barat (NTBOne) – Seorang warga berinisial IN (26), Bendahara Pokmas Repok Jati Kuning, Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, diduga menilep uang bantuan korban gempa sebesar Rp410 juta.

Akibat perbuatannya, IN ditangkap Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Mataram, di rumahnya, pada Jumat (25/10/2019).

“Penangkapan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan atas laporan masyarakat telah terjadi penggelapan dana gempa bantuan untuk rumah rusak sedang yang dilakukan oleh IN,” kata Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam.

IN diamankan bersama barang bukti berupa satu buah buku tabungan berisikan bukti penarikan uang dan transaksi keuangan. Selain itu, dua lembar buku rekening tahapan.

Saiful menjelaskan uang sebesar Rp410 juta tersebut seharusnya digunakan untuk biaya pembangunan rumah yang terdampak gempa, namun uang keseluruhan dari pencairan ke-3 untuk 20 kepala keluarga tidak diberikan kepada masyarakat dan oleh yang bersangkutan uang tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan pribadinya dan bermain judi online.

Untuk itu, IN bisa dikategorikan melanggar UU No. 20 tahun 2001 perubahan atas UU No. 39 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pasal 8 dengan hukuman pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun.

Terduga pelaku juga bisa dikenakan pidana denda paling sedikit Rp150 juta dan paling banyak Rp750 juta. (Mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here