Waspada … NTB diperkirakan dilanda kekeringan ekstrem saat puncak musim kemarau

0
485

Mataram (NTBOne) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Nusa Tenggara Barat mewaspadai potensi kekeringan ekstrem saat puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2019.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, I Gede Widi Hariarta, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Rabu (31/07/2019), mengatakan dampak yang dapat ditimbulkan pada puncak musim kemarau, seperti potensi kekeringan, kekurangan air bersih, dan potensi kebakaran lahan khususnya pada wilayah rawan kekeringan serta pada wilayah yang berada pada kategori hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.

Dikatakannya, kondisi iklim terkini di NTB pada dasarian III Juli 2019 berupa hujan yang terjadi kategori rendah, yakni kurang dari 20 milimeter (mm) per dasarian. Di mana pada dasarian III umumnya tidak terjadi hujan diseluruh wilayah NTB.

“Sifat hujan di NTB, pada umumnya berada pada kategori bawah normal (BN),” ujarnya.

Widi menyebutkan dari monitoring hari tanpa hujan (HTH) di NTB, berada pada kategori menengah (11-20 hari tanpa hujan) hingga kekeringan ekstrem atau lebih dari 60 hari tanpa hujan.

Kekeringan ekstrem terjadi hampir di seluruh wilayah di Pulau Sumbawa, dan sebagian di Pulau Lombok, khususnya daerah bagian utara.

Daerah yang lebih dari 60 hari tanpa hujan harus mewaspadai potensi kekeringan meteorologis.

Kekeringan meteorologis merupakan kekeringan yang disebabkan karena tingkat curah hujan pada suatu daerah di bawah normal.

Widi juga mengatakan kondisi dinamika atmosfer enso saat ini berada pada kondisi el nino lemah.

Sementara kondisi suhu muka laut di perairan NTB, menunjukan kondisi normal. Analisis angin menunjukkan angin timuran masih mendominasi di wilayah Indonesia, khususnya di NTB. Kondisi tersebut menyebabkan mengurangi peluang terjadinya hujan di wilayah NTB.

Pergerakan “Madden Jullian Oscillation” (MJO) saat ini tidak  aktif.

Akibat kondisi tersebut, kejadian hujan pada dasarian I Agustus 2019 di seluruh wilayah NTB masih rendah.

Hujan dengan kategori lebih dari 20 mm/dasarian pada umumnya memiliki peluang lebih dari 10 persen, akan tetapi masih ada peluang hingga 70 persen di wilayah Pelangan, Kabupaten Lombok Barat, yaitu di Pulau Lombok sebelah barat daya.

Sementara untuk hujan dengan kategori lebih dari 50 mm/dasarian hingga lebih dari 150 mm/dasarian memiliki peluang lebih 10 persen terjadi di seluruh wilayah. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here