XL Axiata peroleh dana obligasi berkelanjutan Rp2 triliun

NTBOne – PT XL Axiata mendapatkan dana hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan I Rp 944,199 miliar dari tahap I – 2018.

Hasil tersebut digunakan sebesar Rp947,476 miliar untuk belanja modal berupa radio base station dan belanja modal lainnya. Sisanya sebesar Rp46,723 miliar sempat ditempatkan sebagai deposito di PT Bank Bukopin Tbk dengan tingkat suku bunga per tahun sebesar 9,25 persen. Namun, hingga 31 Januari 2019 lalu sisa dana tersebut telah digunakan untuk belanja modal.

Pada saat bersamaan, untuk realisasi penggunaan dana hasil bersih penawaran umum berkelanjutan sukuk ijarah berkelanjutan II XL Axiata tahap I tahun 2018 sebesar Rp994,469 miliar sampai dengan 31 Desember 2018, XL Axiata telah mempergunakan dana seluruhnya untuk belanja modal berupa radio base station, optical project (atau fiber optic), dan belanja modal lainnya.

Hasil perolehan penawaran umum XL Axiata tersebut disampaikan direksi PT XL Axiata Tbk dalam rapat umum pemegang sahan tahunan yang berlangsung di Jakarta, Senin 29 April 2019.

“Rapat telah menyetujui laporan tahunan direksi dan laporan keuangan 2018,” kata Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini selesai RUPS melalui rilisnya.

Terkait dengan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, XL Axiata berhasil pencapaian kinerja positif, melampaui pencapaian secara rata-rata industri telekomunikasi Indonesia. XL Axiata mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 0,4 persen lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu.

Pertumbuhan XL Axiata ini terutama didorong oleh pendapatan dari layanan data yang meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Peningkatan ini memperbesar kontribusi pendapatan layanan data pada total pendapatan perusahaan menjadi 80 persen di 2018, meningkat dari 69 persen di tahun sebelumnya.

Dian menyebutkan bahwa peningkatan pendapatan dari data yang sangat pesat tersebut tidak hanya lebih tinggi dari perolehan industri, namun juga mampu menutup dampak negatif dari penurunan pendapatan layanan tradisional voice dan SMS. Pencapaian ini juga merupakan prestasi tersendiri karena operator lain merasakan dampak yang lebih berat dari penurunan kinerja kedua layanan warisan masa lalu tersebut.

Hingga tutup tahun 2018, pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization – EBITDA) mengalami peningkatan sebesar dua persen (YoY), dengan margin naik satu ppt menjadi 37,0 persen. Capaian ini terutama terdorong oleh peningkatan pendapatan dan lebih berfokusnya perusahaan pada efisiensi biaya.

RUPS juga telah menyetujui berakhirnya masa jabatan seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris periode 2014-2019 dengan mengacu pada Pasal 9 ayat 4 butir (f) Anggaran Dasar Perseroan termasuk pemberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris tersebut atas tugas-tugas selama menjalankan jabatan masing-masing terhitung sejak 1 Januari 2018 sampai dengan berakhirnya masa jabatan masing-masing.

Selanjutnya, RUPS mengangkat kembali diantaranya Dian Siswarini sebagai presiden direktur dan Muhammad Chatib Basri sebagai presiden komisaris.(Rilis XL)

Leave a Reply