HeadlineOtomotif

Motor Cepat Rusak Akibat Putar Gas Sambil Mengerem, Cek Faktanya

×

Motor Cepat Rusak Akibat Putar Gas Sambil Mengerem, Cek Faktanya

Sebarkan artikel ini
Motor Cepat Rusak Akibat Putar Gas Sambil Mengerem, Cek Faktanya.
Motor Cepat Rusak Akibat Putar Gas Sambil Mengerem, Cek Faktanya. (Dok AHM)

Mataram, ntbone – Kebiasaan kecil saat berkendara sering luput dari perhatian. Namun, siapa sangka putar gas sambil mengerem bisa menjadi awal dari berbagai masalah serius, baik bagi keselamatan pengendara maupun kondisi sepeda motor. Praktik ini masih kerap dilakukan, terutama di lalu lintas padat, padahal risikonya jauh lebih besar dibanding manfaat sesaat yang dirasakan.

Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menegaskan bahwa kebiasaan memutar gas sambil mengerem merupakan teknik berkendara yang keliru dan berbahaya jika terus dibiarkan.

Menurut Satria, risiko pertama dari putar gas sambil mengerem adalah pengereman yang tidak optimal. Saat gas masih ditarik, tenaga mesin tetap mendorong roda, sementara rem bekerja menahan laju kendaraan.

“Gas itu menarik motor untuk maju, sedangkan rem menahan. Ketika dua fungsi ini bekerja bersamaan, daya pengereman tidak maksimal dan jarak berhenti bisa jadi lebih panjang,” ujar Satria Wiman Jaya.

Kondisi tersebut sangat berbahaya, terutama ketika pengendara harus berhenti mendadak atau menghadapi situasi darurat di jalan.

Selain membahayakan keselamatan, kebiasaan ini juga berdampak langsung pada usia pakai motor. Satria menjelaskan, komponen CVT dan kampas rem akan bekerja lebih berat karena menerima beban ganda secara bersamaan.

“CVT dan kampas rem bisa lebih cepat aus karena dipaksa bekerja dobel. Dalam jangka panjang, ini membuat performa motor menurun dan biaya perawatan jadi lebih besar,” katanya.

Jika terus dilakukan, pengendara berpotensi menghadapi kerusakan komponen lebih cepat dari seharusnya.

Risiko ketiga yang tak kalah berbahaya adalah hilangnya traksi roda. Saat gas diputar sambil mengerem, roda berpotensi mengalami slip atau loncat, terutama di jalan licin atau berpasir.

“Traksi roda gampang hilang. Kalau sudah slip, pengendara bisa kehilangan keseimbangan dan berujung jatuh,” tutur Satria.

Situasi ini kerap terjadi tanpa disadari karena pengendara merasa masih mengendalikan motor, padahal kondisi roda sudah tidak stabil.

Astra Motor NTB melalui edukasi safety riding terus mengingatkan pentingnya teknik berkendara yang benar. Melepas gas sepenuhnya sebelum mengerem menjadi langkah sederhana namun krusial untuk keselamatan dan keawetan motor.

“Supaya lebih nyaman dan aman, stop kebiasaan ini ya, Semeton. Berkendara yang benar itu bukan cuma soal sampai tujuan, tapi juga pulang dengan selamat,” kata Satria.

Masih ada yang putar gas sambil mengerem? Mulai sekarang, kebiasaan kecil ini sebaiknya ditinggalkan demi keselamatan di jalan dan motor yang lebih awet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *