Mataram, ntbone.com – Astra Motor NTB resmi menjalin kerja sama Link and Match dengan SMKN 1 Jonggat dan SMKN 1 Buer. Kerja sama ini mencakup penerapan kurikulum industri, donasi unit motor trainer, hingga prioritas rekrutmen di 73 jaringan AHASS wilayah Nusa Tenggara Barat.
Langkah nyata untuk menciptakan lulusan SMK yang kompeten dan siap kerja kembali diperkuat oleh Astra Motor NTB. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), SMKN 1 Jonggat di Lombok Tengah dan SMKN 1 Buer di Sumbawa resmi menjadi sekolah mitra binaan Astra Honda Motor (AHM) ke-16 dan ke-17 di Nusa Tenggara Barat.
Customer Care Manager Astra Motor NTB, Anggi Irawan, menjelaskan bahwa siswa di sekolah binaan tidak lagi belajar secara konvensional, melainkan menggunakan standar industri yang ketat.
“Siswa yang mengikuti kurikulum ini standarnya setara dengan Technical Training level satu di Astra Honda. Kami memiliki 73 jaringan AHASS di NTB yang siap menerima adik-adik untuk PKL maupun langsung bekerja setelah lulus nanti,” ujar Anggi.
Kepala SMKN 1 Jonggat, Ruju Rahmad, menyambut haru peresmian kelas industri tersebut. Menurutnya, bergabung dengan kelas industri Astra merupakan perjuangan panjang selama lima tahun untuk meningkatkan daya saing sekolah yang berada di tengah area persawahan agar sejajar dengan sekolah di perkotaan.
“Manfaatnya besar, tidak hanya secara material melalui donasi motor trainer, tetapi juga peningkatan kompetensi guru melalui diklat. Kami optimistis pada 2026 guru dan siswa kami mampu bersaing dan menjadi juara di kontes teknisi tingkat nasional,” ungkap Ruju.
Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Supriadi, memberikan penekanan pada pentingnya budaya kerja industri. Ia menegaskan bahwa kunci kesuksesan lulusan SMK tidak hanya terletak pada kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan kedisiplinan.
“Hentikan budaya nongkrong di warung atau bergadang. Saya ingin siswa praktik langsung menggunakan seragam mekanik standar AHM, bukan lagi seragam sekolah biasa. Ini untuk membangun mindset profesional sejak dini. Lulusan SMK adalah jalur tercepat menuju sukses dan sejahtera,” tegas Supriadi.











