Mataram, ntbone – PT BPR Syariah Dinar Ashri memperluas program Gerakan Bersih Masjid ke Pulau Lombok menjelang Ramadan 1447 Hijriah setelah sebelumnya berjalan selama satu tahun di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur Utama PT BPR Syariah Dinar Ashri, Mustaen, mengatakan perusahaan menggulirkan program sosial tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah, khususnya masjid yang digunakan masyarakat setiap hari.
Ia menjelaskan program Gerakan Bersih Masjid pertama kali diluncurkan saat pembukaan kantor cabang di Kabupaten Bima pada 2025 dan langsung menyasar masjid di Kota dan Kabupaten Bima secara rutin.
“Program ini sudah berjalan sekitar satu tahun di Bima. Tim kami turun setiap hari membersihkan area utama masjid hingga fasilitas pendukung seperti tempat wudu dan toilet agar jamaah bisa beribadah dengan lebih nyaman,” kata Mustaen di Mataram.
Menurut dia, perusahaan menghadirkan program tersebut setelah melihat masih adanya sejumlah masjid yang belum terawat optimal, terutama pada fasilitas sanitasi. Padahal, kata dia, masjid merupakan tempat ibadah yang dibangun dengan biaya besar dan memiliki nilai kesucian bagi umat Islam.
Ia menilai kebersihan masjid menjadi faktor penting dalam mendukung kekhusyukan ibadah, terlebih saat Ramadan ketika aktivitas keagamaan meningkat, mulai dari salat tarawih hingga iktikaf.
Mustaen menambahkan sumber pendanaan program berasal dari internal Bank Dinar, sedangkan pelaksanaan teknis di lapangan dilakukan oleh MIM Foundation sebagai mitra operasional.
Ia menyebut program tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga memuat unsur edukasi kepada pengurus dan jamaah mengenai pentingnya menjaga kebersihan masjid serta praktik wudu yang benar sesuai syariat.
“Konsepnya kami rancang tidak sekadar membersihkan, tetapi juga memberikan edukasi. Jika ada masjid yang membutuhkan dukungan fasilitas seperti karpet atau sarana untuk jamaah perempuan, bisa mengajukan melalui program ini,” ujarnya.
Ketua MIM Foundation, M. Romi Saefudin, mengatakan pihaknya memperluas Gerakan Bersih Masjid ke Lombok setelah mendapat respons positif dari masyarakat Bima selama satu tahun terakhir.
Ia menjelaskan program di Lombok difokuskan di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Timur dengan membentuk tim khusus di masing-masing wilayah.
“Satu tim terdiri atas tiga sampai lima orang. Tim menargetkan satu hingga tiga masjid per hari, mencakup pembersihan ruang utama, toilet, tempat wudu, halaman, hingga pemberian pengharum ruangan,” kata Romi.
Ia menambahkan pelaksanaan program tetap berkoordinasi dengan pengurus masjid dan Dewan Masjid Indonesia setempat agar kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran.
Di Kota Mataram, kata dia, tahap awal program menyasar sekitar 40 masjid binaan sebelum diperluas ke wilayah lain di Pulau Lombok.
Selain pembersihan rutin, MIM Foundation juga menyediakan layanan pencucian karpet masjid. Petugas akan mengambil karpet, mencucinya hingga bersih dan kering, kemudian mengembalikannya ke masjid untuk digunakan kembali.
Romi menegaskan Gerakan Bersih Masjid tidak hanya dilaksanakan selama Ramadan, tetapi dirancang sebagai program berkelanjutan yang berjalan sepanjang tahun.
Ia menambahkan unit operasional program juga disiapkan untuk mendukung kegiatan sosial lain, termasuk penyaluran bantuan saat terjadi bencana di wilayah NTB.
Melalui perluasan Gerakan Bersih Masjid di Lombok, PT BPR Syariah Dinar Ashri bersama MIM Foundation berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan masjid semakin meningkat sehingga rumah ibadah tetap suci, sehat, dan nyaman bagi jamaah selama Ramadan maupun di luar bulan suci.











