Mataram, ntbone – Festival Qasidah Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 2025 resmi ditutup pada Sabtu malam (15/11) setelah berlangsung selama tiga hari di Lapangan Tioq Tata Tunaq, Kabupaten Lombok Utara.
Gelaran yang menarik perhatian ribuan penonton dari berbagai daerah ini menetapkan Kota Mataram sebagai juara umum, menandai pencapaian penting bagi perkembangan seni qasidah di daerah tersebut.
Festival ini diikuti oleh tujuh kabupaten/kota se-NTB dan menjadi salah satu kegiatan seni keagamaan terbesar di provinsi tersebut. Suasana penutupan berjalan semarak dengan menampilkan berbagai penampilan musik qasidah modern dan klasik yang menjadi ciri khas ajang ini setiap tahunnya.
Apresiasi LASQI NJ NTB untuk Seluruh Peserta
Ketua DPW Lembaga Seni Qasidah Indonesia Nusantara Jaya (LASQI NJ) Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menyampaikan apresiasi mendalam atas penampilan seluruh peserta yang dianggap menunjukkan kualitas terbaiknya sepanjang festival.
“Suaranya itu sejernih itu, jadi saya yakin persiapan yang dilakukan oleh seluruh peserta ini sangat luar biasa. Untuk itu saya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang tahun ini tujuh kabupaten kota turut serta di kegiatan ini,” ujarnya dalam sambutan penutupan.
Sinta menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi untuk memenangkan gelar, tetapi juga wadah bagi para pelaku seni qasidah untuk bertukar kreativitas dan memperluas wawasan musikal.
Ia memaknai festival sebagai ruang untuk berinovasi, saling belajar, dan menguatkan identitas seni religi khas Nusantara.
Festival sebagai Ruang Inovasi Seni Qasidah
Dalam kesempatan yang sama, Sinta kembali menekankan bahwa festival tidak boleh dipandang hanya dari sudut kalah dan menang. Menurutnya, penampilan seluruh peserta sudah menunjukkan dedikasi dan latihan panjang yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
“Untuk yang saat ini belum mendapatkan juara, ini bukan masalah kalah-menang. Sekali lagi ini adalah masalah kita berbagi inovasi bahwa harus ada yang menjadi juara, harus ada yang mendapat peringkat lebih tinggi, itulah kenapa ada festival,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kualitas penampilan tahun ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan.
“Saya yakin dan saya tahu betul bahwa yang sudah ditampilkan dalam tiga hari ini luar biasa tampilannya, performance-nya juga luar biasa, lagu-lagunya luar biasa. Dan saya yakin ini tidak mungkin dipersiapkan dalam seminggu-dua minggu, pasti dipersiapkan jauh-jauh hari di antara kesibukan teman-teman semua,” katanya.
Kutipan tersebut menggarisbawahi semangat kolaboratif dan kerja keras yang menjadi fondasi penyelenggaraan Festival Qasidah NTB 2025.
Harapan untuk Peningkatan Kualitas Seni Qasidah NTB
Penutupan festival tidak hanya menandai berakhirnya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi perkembangan seni qasidah di NTB.
Sinta M. Iqbal berharap agar kualitas pembinaan di tingkat daerah terus ditingkatkan agar generasi baru seniman qasidah dapat tumbuh dan bersaing di level yang lebih tinggi.
Ia juga memberikan dorongan khusus kepada duta NTB yang akan mewakili daerah dalam Festival Nasional LASQI NJ 2025 di Bogor, Jawa Barat, yang dijadwalkan berlangsung pada 4–7 Desember 2025.
“Saya berharap para duta NTB yang akan berlaga di tingkat nasional nanti mempersiapkan diri secara optimal agar mampu mengharumkan nama daerah,” ujarnya menutup sambutan.
Ajang Penguatan Seni Religi Nusantara
Festival Qasidah Tingkat Provinsi NTB 2025 kembali membuktikan bahwa seni qasidah tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat.
Melalui festival ini, berbagai kelompok musik dari seluruh NTB dapat menampilkan kreativitas, kemampuan vokal, serta harmoni yang menggabungkan unsur religi dan seni tradisional.
Dengan kemenangan Kota Mataram sebagai juara umum, ajang ini juga menunjukkan distribusi bakat seni qasidah yang merata di NTB, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi daerah tersebut untuk berkompetisi secara nasional.
Penyelenggaraan yang berjalan sukses di Lombok Utara menjadi pembuktian bahwa seni budaya daerah tetap memiliki ruang yang kuat di tengah dinamika perkembangan zaman.











