Mataram, ntbone.com – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan membutuhkan kondisi fisik yang prima, terlebih bagi masyarakat yang tetap beraktivitas dan berkendara setiap hari. Pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka menjadi faktor penting untuk menjaga stamina dan konsentrasi di jalan.
Perubahan jam makan dapat memengaruhi kadar gula darah dan energi tubuh. Jika tidak diimbangi dengan asupan bergizi, pengendara berisiko mengalami lemas, mengantuk, hingga menurunnya fokus saat berkendara.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menekankan pentingnya memilih sumber makanan bergizi saat sahur agar energi dapat bertahan lebih lama.
“Sahur sebaiknya mengandung gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, mineral, serta cukup cairan. Dengan asupan yang tepat, tubuh lebih stabil dan fokus saat berkendara,” jelasnya.
Adapun beberapa sumber makanan bergizi yang dianjurkan saat sahur antara lain karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, dan kentang rebus. Protein berkualitas dapat diperoleh dari telur, ayam tanpa lemak, ikan, tahu, tempe, serta kacang-kacangan.
Selain itu, serat dan vitamin bisa didapat dari sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, serta buah-buahan seperti pisang, apel, dan kurma. Lemak sehat juga penting dikonsumsi dalam porsi cukup, misalnya dari alpukat dan kacang-kacangan, serta diimbangi dengan minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa.
Sementara itu, terdapat beberapa jenis makanan yang tidak disarankan saat sahur karena dapat memengaruhi kondisi tubuh selama berpuasa. Makanan tinggi gula sederhana seperti kue manis atau sirup berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat turun (sugar crash), sehingga tubuh menjadi cepat lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi saat berkendara.
Makanan yang terlalu berminyak atau gorengan berlebihan juga sebaiknya dihindari karena dapat memicu rasa kantuk, membuat lambung tidak nyaman, serta menurunkan kewaspadaan di jalan.
Selain itu, makanan terlalu asin atau tinggi natrium seperti makanan instan dan ikan asin dapat meningkatkan rasa haus berlebihan, mempercepat dehidrasi, serta berpotensi menyebabkan sakit kepala dan menurunnya fokus.
Minuman berkafein berlebihan seperti kopi atau minuman energi juga tidak dianjurkan karena dapat memicu dehidrasi, mengganggu kualitas tidur, menimbulkan jantung berdebar, serta menurunkan kestabilan konsentrasi saat berkendara.
Menurut Satria, dehidrasi ringan dan penurunan gula darah secara drastis dapat memperlambat refleks pengendara, meningkatkan risiko salah mengambil keputusan, serta memperbesar potensi kecelakaan, khususnya saat kondisi lalu lintas padat menjelang waktu berbuka puasa.
“Keselamatan berkendara dimulai dari tubuh yang sehat. Jangan memaksakan diri jika merasa pusing, lemas, atau mengantuk. Lebih baik beristirahat sejenak daripada mengambil risiko di jalan,” tambahnya.
Melalui edukasi ini, Astra Motor NTB mengajak masyarakat NTB untuk menjaga pola makan sehat selama Ramadan demi mendukung keselamatan berkendara. Dengan tubuh yang bugar dan konsentrasi yang terjaga, pengendara diharapkan dapat terus menerapkan prinsip #Cari_Aman dalam setiap perjalanan.











