Beranda Ekbis Eksistensi Kerupuk Mong Gelemong Setelah Jadi UMKM Binaan IGA Honda NTB

Eksistensi Kerupuk Mong Gelemong Setelah Jadi UMKM Binaan IGA Honda NTB

73
0

Mataram, ntbone – UMKM Kerupuk Telur Asin Mong Gelemong yang terletak di Dasan Cermen Mataram semakin eksis setelah mendapat pembinaan dari Honda NTB, UMKM ini masuk dalam program binaan Income Generate Activity (IGA) Honda NTB yang telah berjalan sejak awal tahun 2023.

Admin Finance Manajer Astra Motor NTB Ivan Pratama mengatakan Astara Motor memiliki program berkelanjutan yang mencerminkan tanggungjawab sosial perusahaan bagi lingkungan dan sekitar.

Program tersebut bernama IGA Honda (Income Generate Activity) yang mana maksud dari program ini adalah untuk memberikan bantuan dan pembinaan terhadap usaha mikro kecil yang sedang tumbuh untuk dapat secara mandiri mengelola produk-produk mereka hingga nantinya dapat berkembang menjadi lebih besar. Waktu pembinaan berkisar 1 tahun hingga 2 tahun, tergantung jenis UMKM yang dibina.

Bantuan yang diberikan juga sesuai dengan kebutuhan UMKM binaan yang dapat berupa modal usaha ataupun bantuan perlengkapan lainnya seperti papan branding usaha, lemari atau etalase untuk memajang produk, packaging atau kemasan, hingga edukasi cara memasarkan produk.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Personnel & General Sup. Supervisor Ni Nyoman Swastini, Astra Motor memberikan binaan dan bantuan berupa pemasangan neon box, agar lebih terlihat oleh konsumen, dan peralatan, etalase untuk display produk, memberikan bantuan design dan juga packaging serta bahan untuk pengembangan usaha mereka seperti bantun diberikan ke salah satu UKM di Jalan Prabu Rangkasari Dasan Cermen Utara Kota Mataram yang berinovasi dengan membuat Kerupuk telur Asin Organik Mong Gelemong.

“Selain material tadi kami berikan juga modal usaha tetapi tidak berbentuk uang. Kami berikan bahan-bahannya untuk pembuatan kerupuk telur asin. Kami juga memberikan bantuan pengenalan produk agar bisa di jual online, kami kenalkan ke NTB Mall”, ujar Tini.

Swastini yang akrab disapa Tini menambahkan bantuan diberikan untuk masyarakat yang membutuhkan, yang mempunyai usaha, tetapi kurang biaya untuk pengembangan, usahanya unik, dan kedepanya bisa di kembangkan ke masyarakat lainya, usahanyapun tidak harus sudah berjalan 1-2 tahun.

Sriyati pemilik dari Kerupuk Telur Asin Organik Mong Gelemong menuturkan, berawal dari jualan Nasi dan Telur Asin, baru sekitar tahun 2020 usai Covid 19, banyaknya telur asin yang rusak alias pecah dari ratusan telur asin yang direbusnya bisa 25 sampai 30 butir yang pecah, pada akhirnya salah seorang putranya memberikan ide agar telur asin yang pecah di coba agar diolah menjadi kerupuk. Dan Alhamdulillah setelah tiga kali mencoba Kerupuk Organik Telur Asin miliknya menjadi incaram para warga dan tamu sebagai oleh-oleh.

“Kata anak saya, gimana bu kalau kita buat kerupuk aja, ketimbang telurnya banyak yang pecah dan gak laku dijual. Telur asin yang pecah jika di jual harganya tidak seberapa, harga telur asin yang pecah dijual dengan harga 4000 rupiah perbutir sedangkan yang masih utuh harganya 5000 rupiah, nah dengan dijadikan kerupuk maka memiliki nilai harga yang cukup tinggi”, tutur Sriyati.

Komposisi untuk membuat Kerupuk Telur Asin Mong Gelemong ini tentunya Telur Asin,Tepung terigu, Bawang putih, Ketumbar, Penyedap rasa (bumbu).

Sriyati mengaku, dalam satu bulan produksinya mencapai 100 kilogram, pada awalnya produksi sekitar 10 kilogram. Untuk kerupuk matang dengan berat seperempat di jual 20 ribu rupiah dan yang berat 1 ons hargnya 10 ribu rupiah.

Dari data yang ada di Astra Motor NTB, beberapa UMKM yang telah dibina sejak tahun 2019 diantaranya Kambing di Desa kekait tahun 2019, Madu Trigona di Desa Bengkaung tahun 2021, Budidaya Jamur Tiram di Desa Segerongan tahun 2020, Kerupuk Telur Asin di Dasan Cermen tahun 2023 dan Kerupuk Daun Kelor di Dusun Mekar Sari Desa Batu Putih Sekotong Barat tahun 2023.

Harapannya melalui program IGA Honda ini UMKM di NTB mampu menjadi usaha unggulan di daerah tersebut dan menjadi contoh bagi UMKM sekitarnya.

Untuk pembinaan dilakukan dengan memberikan pelatihan dasar kepada UMKM bagaimana cara berbisnis mengelola modal awal hingga meraih keuntungan serta mengajarkan bagaimana cara mengemas produk atau packaging yang menarik sehingga dapat menjadi nilai jual yang lebih tinggi. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here