Beranda Ekbis Gelar OPM, BI NTB gelontorkan ratusan kilogram tomat dan bawang merah

Gelar OPM, BI NTB gelontorkan ratusan kilogram tomat dan bawang merah

29
0

Mataram, ntbone – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelontorkan sebanyak 100 kilogram tomat dan 200 kg bawang merah dan 1.500 kg beras untuk menstabilkan harga komoditas tersebut melalui operasi pasar murah (OPM).

Pelepasan ketiga komoditas tersebut dilakukan oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji, bersama Kepala Biro Perekonomian NTB Wirajaya Kusuma, dan Kepala Dinas Perdagangan NTB Fathurrahman, di Mataram, Rabu (23/11/2022).

“Ketiga komoditas yang dilepas untuk operasi pasar murah tersebut tergabung dalam kelompok volatile food yang tengah mengalami kenaikan harga,” kata Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Achmad Fauzi menjelaskan bahwa inflasi di NTB saat ini sebesar 6,57 persen year on year (yoy) dan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang berada di angka 6,84 persen (yoy).

Pihaknya terus berupaya dalam menstabilkan harga untuk pengendalian inflasi. Oleh karena itu, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB, dan TPID Kota Mataram, untuk melaksanakan OPM guna menyediakan komoditas bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat seperti beras, tomat, dan bawang merah dengan harga yang terjangkau.

“Harapannya, harga-harga komoditas tersebut dapat kembali ke harga normal,” ujarnya.

Ia menyebutkan aadapun pelaksanaan OPM dilakukan di empat pasar sekaligus, yakni pasar tradisional Mandalika, Pagesangan, Sindu Cakranegara, dan pasar tradisional Kebon Roek Ampenan.

“Pelaksanaan OPM akan terus berlanjut hingga harga-harga komoditas kebutuhan stok pangan dapat kembali normal,” ucap Fauzi.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian NTB Wirajaya Kusuma mengatakan ketersediaan stok pangan saat ini masih mencukupi. Namun harga tomat mengalami kenaikan harga dari sebelumnya di kisaran Rp3.000 hingga Rp5.000/kg naik menjadi Rp15.000 hingga Rp17.000/kg.

“Kenaikan harga tomat terjadi karena faktor cuaca (musim penghujan) di NTB saat ini, sehingga mempengaruhi produksi petani,” katanya.

Menurut dia, penyelenggaraan OPM mendapatkan respon positif dari masyarakat yang sangat antusias hingga komoditas yang tersedia pada hari pertama habis terjual.

Penyelenggaraan OPM, kata Wirajaya, menjadi bukti bahwa Bank Indonesia dan pemerintah daerah hadir dalam menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat guna terus mendorong dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah melalui pengendalian inflasi. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here