Lestarikan Budaya, Sekolah Adat Rengganis Dibangun di Atas FABA PLN

0
214

Lombok Tengah, ntbone – Berkolaborasi dengan tujuh BUMN, PLN Nusa Tenggara Barat memfasilitasi pembangunan sekolah adat Rengganis yang berlokasi di Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Dibangun di atas 29.000 paving blok yang dibuat dari FABA (Fly Ash Bottom Ash), limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jeranjang, sekolah sekaligus sanggar seni tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan kepada masyarakat setempat dalam hal pelestarian seni dan budaya.

Juanda Pramadani, Ketua Yayasan Sekolah Adat Rengganis selaku penerima manfaat menjelaskan bahwa sekolah ini berfokus pada anak anak, yakni melestarikan adat dan budaya serta menanamkan nilai moral leluhur. Juanda juga menjelaskan penggunaan FABA di sekolah adat akan menjadi pembelajaran dan wawasan tersendiri bagi dirinya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PLN dan juga seluruh BUMN. Dengan menggunakan FABA ini, halaman sekolah menjadi tidak becek. Anak anak bisa bermain bola. Semoga ini adakah pintu awal mimpi yg kemudian akan terbangun, lebih maju dan lebih bagus lagi,” kata Juanda.

Juanda juga berjanji akan terus merawat dan menjaga bantuan yang telah diberikan kepada dirinya supaya dapat dinikmati oleh banyak generasi ke depan.

Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia BUMN, Teknologi Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata menjelaskan BUMN melalui program Bakti untuk BUMN akan terus berkolaborasi dan bersinergi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

“Sekolah ini penting untuk membantu sistem pendidikan nasional. PLN membantu paving block dari FABA, limbah PLTU. Mengubah limbah menjadi barang yang berguna, yakni paving blok sebagai pengganti pasir. Dari limbah menjadi berkah. Bisa untuk jalan atau kegiatan lainnya,” ucap Tedi.

Tedi juga menyampaikan melalui kegiatan Bakti BUMN untuk Mandalika ini, seluruh BUMN akan terus berkolaborasi dalam hal pemberdayaan masyarakat, khususnya di area sirkuit Mandalika. Hal ini tentunya supaya keberadaan sirkuit itu sendiri dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ditemui di lokasi kegiatan Bakti BUMN untuk Mandalika, Sudjarwo, General Manager PLN UIW NTB mengungkapkan bahwa program Tanggung Jawab dan Sosial (TJSL) ini dapat menjadi wadah untuk mengembangkan potensi masyarakat, khususnya di Desa Sukadana, Pujut.

Penggunaan FABA dalam pembangunan infrastrukturnya, tentunya merupakan salah satu inovasi PLN untuk mewujudkan ekonomi sirkular di masyarakat.

“Kami terus mengoptimalkan penggunaan FABA, utamanya dalam setiap program TJSL. Kami juga siap berkolaborasi dengan BUMN dan stakeholder untuk mencapai hasil yang lebih maksimal,” ucap pria yang akrab disapa Djarwo itu.

Total kontribusi yang diberikan oleh PLN untuk pembangunan sekolah adat Rengganis adalah sebesar Rp 229.075.000. Sekolah ini merupakan sekolah nonformal yang memiliki nilai-nilai adat tradisional sasak yang bertujuan untuk mewujudkan kemampuan anak akan pentingnya menjaga dan melestarikan adat milik sendiri di tengah modernisasi.

Sekolah adat Rengganis ini merupakan salah satu wujud kolaborasi tujuh BUMN, yakni PLN, Wijaya Karya, Hutama Karya, Pembangunan Perumahan, Perumnas, Adhi Karya dan Askrindo untuk pembangunan infrastrukturnya.

Pada kegiatan Bakti BUMN untuk Mandalika tersebut, juga dibagikan 638 paket sembako yang merupakan sinergi sembilan BUMN bersama Bulog dan Pelindo. Diharapkan dengan sinergi BUMN ini, akan dapat memberikan dampak positif dan luar biasa kepada masyarakat. (Din)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini