Beranda Bima PLN Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik Akibat Banjir di Bima

PLN Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik Akibat Banjir di Bima

11
0
Seorang petugas PLN berada di atas puncak tiang listrik untuk melakukan perbaikan gangguan akibat banjir bandang di Kabupaten Bima. (Dokumen PLN)
Seorang petugas PLN berada di atas puncak tiang listrik untuk melakukan perbaikan gangguan akibat banjir bandang di Kabupaten Bima. (Dokumen PLN)

Bima, ntbone, 3/4/2021 – PT PLN terus bergerak cepat memulihkan suplai listrik yang terdampak akibat banjir bandang di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang terjadi pada Jumat (2/4).

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima, Maman Sulaeman, menjelaskan bahwa 93 persen atau 7000 masyarakat telah kembali menikmati listrik

“Hingga saat ini, 50 gardu dari 54 gardu distribusi yang mengalami gangguan telah berhasil dinormalkan. Tentunya berkat doa dan kerja keras dari tim yang dibantu oleh masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak tiga gardu distribusi yang mengalirkan listrik untuk 150 pelanggan PLN yang berada di Desa Campa, belum bisa dilakukan perbaikan hingga malam ini karena akses jalan yang terputus.

Untuk satu gardu yang berlokasi di Desa Nisa, Kecamatan Woha, dan menyuplai 150 pelanggan di desa tersebut, saat ini sedang dalam proses pemeliharaan setelah terendam air.

Selebihnya, sebanyak kurang lebih 200 pelanggan belum bisa disambung karena kondisi jaringannya berbahaya untuk dialiri listrik.

“Kami harus pastikan kondisi instalasi listrik, baik milik PLN ataupun pelanggan aman sebelum kami aliri listriknya. Apabila kondisi masih belum aman, kami tidak akan alirkan listriknya. Keselamatan masyarakat tetap yang utama,” jelas Maman.

Tidak hanya dari PLN UP3 Bima, tambahan personel didatangkan dari PLN UP3 Sumbawa, PLN Unit Pelaksana Pembangkitan Tambora dan mitra kerja untuk mempercepat pemulihan sistem.

“Total 65 petugas diterjunkan untuk mempercepat proses pemulihan sampai malam ini. Semua disiagakan di tiga lokasi, yaitu Monta, Woha dan Bolo,” tambah Maman.

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Woha, Monta, dan Bolo, pada Jumat (2/4) telah mengakibatkan 54 gardu distribusi PLN terdampak dan mengakibatkan 7500 masyarakat di 26 desa terputus aliran listriknya.

Maman mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap bahaya kelistrikan yang mungkin terjadi, salah satunya dengan segera matikan listrik apabila air masuk ke dalam rumah.

“Tetap hati hati. Matikan segera listrik kalau air masuk ke rumah untuk menghindari arus hubung singkat yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat,” tutup Maman. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here