HeadlineOtomotif

Astra Motor NTB dan HALO Kampanyekan Berkendara Tanpa Emosi

×

Astra Motor NTB dan HALO Kampanyekan Berkendara Tanpa Emosi

Sebarkan artikel ini
HALO dan Astra Motor NTB Kampanyekan Berkendara Tanpa Emosi.
HALO dan Astra Motor NTB Kampanyekan Berkendara Tanpa Emosi. (NTB One/Awaludin)

Mataram, ntbone.com – Astra Motor NTB menggandeng paguyuban Honda Association Lombok (HALO) untuk mengkampanyekan berkendara tanpa emosi. Hal itu bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Nusa Tenggara Barat.

Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengungkapkan faktor emosi saat berkendara menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas. Kondisi tersebut mendorong perlunya pembaruan materi edukasi keselamatan berkendara atau safety riding bagi masyarakat.

Satria menyampaikan hal itu saat kegiatan edukasi safety riding bersama komunitas Paguyuban Honda Association Lombok (HALO) yang berlangsung di dealer MPM Mataram, Jumat malam (15/5). Sebanyak 30 anggota komunitas klub motor Honda hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, Astra Honda Motor menjadikan materi pengendalian emosi sebagai fokus baru. Selama ini, pelatihan lebih banyak menitikberatkan pada teknik berkendara dan keterampilan di jalan raya.

“Kalau tahun sebelumnya lebih banyak membahas teknik berkendara, sekarang kami memberikan penekanan pada bagaimana pengendara mampu mengendalikan emosi di jalan raya karena itu sangat memengaruhi perilaku saat berkendara,” ujarnya.

Evaluasi Safety Riding Ungkap Faktor Emosi Dominan

Satria menjelaskan, Astra Motor NTB secara rutin melakukan evaluasi terhadap peserta yang pernah mengikuti pelatihan safety riding.

Pihaknya juga melakukan evaluasi melalui kuesioner untuk mengetahui pengalaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Termasuk kemungkinan pernah mengalami kecelakaan lalu lintas.

“Faktor emosi masih menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya berdasarkan hasil evaluasi kuisioner yang kami lakukan,” ujarnya.

Menurutnya, emosi yang tidak terkendali membuat pengendara cenderung bertindak agresif dan mengambil keputusan berisiko saat berkendara.

Ia mencontohkan kondisi pengendara yang tidak sabar ketika menyalip kendaraan lain. Situasi itu sering membuat pengendara memacu kendaraan secara berlebihan hingga berpotensi memicu kecelakaan.

“Kadang karena ego tinggi dan emosi tidak terkendali, pengendara langsung menarik gas saat menyalip kendaraan lain. Kondisi seperti itu sangat berbahaya,” kata Satria.

Selain itu, konflik kecil di jalan raya juga kerap dipicu kondisi emosional pengendara. Bunyi klakson atau kesalahpahaman sederhana bisa berkembang menjadi cekcok antarpengguna jalan.

Menurut dia, pengendara tidak pernah mengetahui kondisi psikologis pengguna jalan lainnya sehingga penting menjaga sikap dan emosi selama berkendara.

Komunitas Motor Didorong Jadi Teladan Keselamatan

Satria berharap komunitas HALO dapat menjadi role model budaya keselamatan berkendara di NTB. Ia menilai keberadaan komunitas motor seharusnya tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga membawa pesan positif kepada masyarakat.

Ia mengatakan komunitas motor Honda di NTB harus mampu menunjukkan budaya tertib berlalu lintas dan mendukung kampanye keselamatan berkendara bersama kepolisian.

Sementara itu, Ketua Presidium Honda Association Lombok (HALO) Agusma Wirawan menilai edukasi safety riding menjadi agenda wajib bagi komunitas motor karena berkaitan langsung dengan keselamatan anggota saat berkendara maupun mengikuti kegiatan touring.

Menurut Wirawan, masih banyak pengendara yang mengabaikan penggunaan helm saat berkendara. Padahal, helm merupakan perlengkapan keselamatan dasar yang dapat mengurangi risiko fatal ketika terjadi kecelakaan.

“Kalau melihat data pelanggaran lalu lintas, masih banyak pengendara yang tidak menggunakan helm. Padahal helm sangat penting untuk keselamatan,” ujarnya.

Komunitas Honda Association Lombok (HALO) kompak bersama tim instruktur safety riding Astra Motor NTB.
Komunitas Honda Association Lombok (HALO) kompak bersama tim instruktur safety riding Astra Motor NTB. (NTB One/Awaludin)

Pengendara Diminta Menenangkan Diri Sebelum Berkendara

Wirawan juga mengaku aktif memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada komunitas maupun pelajar guna meningkatkan kesadaran berlalu lintas di kalangan generasi muda.

Ia menilai materi pengendalian emosi sangat relevan dengan kondisi pengendara saat ini, terutama anak muda yang mudah terpancing emosi saat berada di jalan raya.

Pengemudi kendaraan bermotor sebaiknya menenangkan diri terlebih dahulu apabila dalam kondisi emosi tinggi sebelum memutuskan berkendara. Pengendara bisa melakukan langkah sederhana seperti berhenti sejenak. Tindakan ini dapat membantu menjaga konsentrasi dan keselamatan di perjalanan.

“Berkendara dengan tenang akan membuat pengendara lebih fokus, nyaman, dan mampu mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas hingga selamat sampai tujuan,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *