Mataram, ntbone.com – Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mendapat sorotan sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan inovator muda di tingkat nasional. Astra bahkan menargetkan lahirnya lebih banyak penerima SATU Indonesia Awards dari daerah ini setelah sebelumnya NTB telah menyumbangkan 31 penerima penghargaan selama penyelenggaraan program tersebut.
Optimisme itu disampaikan Head of Corporate Communication Astra, Windy Riswantyo, saat kegiatan Bincang Inspiratif 17th SATU Indonesia Awards 2026 di Mataram, Selasa (7/7/2026). Ia menilai Lombok dan Sumbawa memiliki sumber daya, budaya, serta potensi lokal yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
NTB Dinilai Memiliki Banyak Potensi yang Belum Tergarap
Windy mengatakan setiap daerah memiliki kekayaan yang menunggu sentuhan kreativitas generasi muda. Menurutnya, Lombok dan Sumbawa termasuk wilayah yang menyimpan banyak peluang untuk melahirkan inovasi baru di berbagai bidang.
“Di setiap daerah, termasuk Lombok, banyak sekali potensi dan sumber daya yang menunggu tangan-tangan kreatif anak muda untuk menemukannya, mengembangkannya, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan NTB selama ini menjadi salah satu daerah yang cukup konsisten mencetak penerima SATU Indonesia Awards. Hingga saat ini, Astra mencatat sudah ada 31 penerima penghargaan yang berasal dari provinsi tersebut.
Jumlah itu, menurut Windy, mencerminkan besarnya potensi generasi muda NTB. Astra berharap pencapaian tersebut terus bertambah pada penyelenggaraan SATU Indonesia Awards tahun ini.
“Potensi NTB luar biasa. Sudah ada 31 penerima SATU Indonesia Awards dari daerah ini. Semoga tahun ini lahir pemenang ke-32, ke-33, dan seterusnya,” katanya.
Bukan Sekadar Penghargaan, Astra Bangun Ekosistem Inovasi
Windy menjelaskan SATU Indonesia Awards tidak hanya memberikan penghargaan kepada individu yang berprestasi. Selama 17 tahun penyelenggaraannya, Astra membangun ekosistem yang mempertemukan para inovator muda dari berbagai daerah agar dapat saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas dampak program yang mereka jalankan.
Hingga saat ini, Astra telah membina sebanyak 792 penerima SATU Indonesia Awards dari seluruh Indonesia. Para penerima memperoleh pendampingan, pengembangan kapasitas, serta akses jejaring yang memungkinkan inovasi mereka berkembang secara berkelanjutan.
Ia menambahkan program tahun ini juga terintegrasi dengan Desa Sejahtera Astra. Melalui skema tersebut, para penerima penghargaan memiliki kesempatan mengimplementasikan inovasi mereka bersama masyarakat di desa-desa binaan Astra sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Lombok Dipilih Karena Kaya Talenta Muda
Ketua Koordinator Grup Astra Wilayah Lombok, Ivan Pratama, mengatakan Astra memilih Lombok sebagai salah satu kota pelaksanaan roadshow SATU Indonesia Awards ke-17 karena daerah tersebut memiliki banyak talenta muda yang berpotensi menjadi agen perubahan.
Menurutnya, Astra meyakini masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Karena itu, perusahaan terus membuka ruang bagi anak muda yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, hingga teknologi.
Data Astra menunjukkan jumlah pendaftar SATU Indonesia Awards hingga 2025 telah mencapai 17.708 peserta dari seluruh Indonesia. Angka tersebut menunjukkan semakin tingginya minat generasi muda untuk menghadirkan inovasi sosial yang berdampak bagi masyarakat.
“Kami percaya masih banyak mutiara bangsa yang berasal dari Lombok. Harapan kami, semakin banyak generasi muda NTB yang menunjukkan karya terbaiknya dan menginspirasi masyarakat Indonesia melalui SATU Indonesia Awards,” ujar Ivan.
Sekda NTB Ajak Anak Muda Berani Memulai dari Langkah Kecil
Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, mengajak mahasiswa dan generasi muda memanfaatkan SATU Indonesia Awards sebagai ruang untuk menunjukkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
“Kepada para mahasiswa dan generasi muda yang saya banggakan, saya berharap tahun ini semakin banyak putra-putri NTB yang mengikuti SATU Indonesia Awards. Saya yakin daerah ini memiliki banyak kisah inspiratif yang layak dikenal oleh seluruh Indonesia,” katanya.
Abul Chair mengingatkan generasi muda agar tidak merasa minder atau menganggap kontribusi yang dilakukan terlalu kecil. Menurutnya, yang menjadi penilaian utama bukanlah besarnya organisasi, melainkan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Jangan pernah berpikir bahwa untuk berkontribusi kita harus menunggu kaya, menjadi pejabat, atau terkenal terlebih dahulu. Kontribusi bisa dimulai dari hal-hal kecil, membantu satu orang, mengajar satu anak, menanam satu pohon, atau menciptakan satu inovasi. Perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Ia juga menilai Astra telah menerapkan pendekatan pembangunan yang kolaboratif melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui Desa Sejahtera Astra di Lombok yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Dengan kolaborasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin terdorong menghadirkan inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat dan membawa nama NTB ke tingkat nasional.











