HeadlineOtomotif

Gelap Bukan Alasan Ngegas! Cari Aman Biar Happy

×

Gelap Bukan Alasan Ngegas! Cari Aman Biar Happy

Sebarkan artikel ini
Gelap Bukan Alasan Ngegas! Cari Aman Biar Happy.
Gelap Bukan Alasan Ngegas! Cari Aman Biar Happy. (Dok AHM)

Mataram, ntbone.com – Berkendara malam hari di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki tantangan tersendiri karena kondisi jalan gelap. Selain minim penerangan, beberapa ruas jalan juga belum ada marka jalan yang jelas. Hal ini berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang membutuhkan visibilitas optimal.

Di sejumlah wilayah NTB, seperti jalan antar kabupaten, jalur pedesaan, hingga akses menuju kawasan wisata, pengendara kerap menghadapi kondisi jalan gelap tanpa lampu penerangan memadai.

Ditambah lagi, marka jalan sudah pudar atau bahkan tidak tersedia menyulitkan pengendara dalam mengenali batas jalur. Terutama saat mereka berpapasan dengan kendaraan lain.

Satria Wiman Jaya mengatakan, kondisi jalan tersebut menuntut pengendara untuk lebih waspada. Selain itu, meningkatkan teknik berkendara yang aman penting dilakukan.

“Berkendara di malam hari dengan penerangan minim dan marka jalan yang tidak jelas sangat berisiko. Pengendara harus mengandalkan fokus, teknik, serta kesiapan kendaraan agar tetap aman di perjalanan,” terangnya.

Berikut beberapa tips aman berkendara di kondisi tersebut:

1. Pastikan Sistem Penerangan Optimal
Lampu utama, lampu jauh (high beam), dan lampu sein harus berfungsi dengan baik. Pakai lampu jauh saat jalan benar-benar gelap. Namun tetap bijak agar tidak menyilaukan pengendara dari arah berlawanan.

2. Kurangi Kecepatan
Jalan tanpa marka membuat batas jalur tidak terlihat jelas. Mengurangi kecepatan membantu pengendara lebih mudah mengantisipasi kondisi jalan dan kendaraan lain.

3. Jaga Jarak Aman
Dengan visibilitas terbatas, menjaga jarak aman menjadi kunci untuk mencegah tabrakan. Terutama saat kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak.

4. Gunakan Perlengkapan Reflektif
Helm dan jaket dengan bahan reflektif membantu pengendara lain lebih mudah melihat posisi di jalan gelap.

5. Fokus dan Hindari Distraksi
Kondisi jalan menantang membutuhkan konsentrasi penuh. Hindari penggunaan telepon genggam atau aktivitas lain yang dapat mengalihkan perhatian.

6. Kenali Karakter Jalan NTB
Beberapa jalan di Nusa Tenggara Barat memiliki kondisi berkelok, naik-turun, hingga permukaan yang tidak rata. Potensi bahaya meningkat karena sulit terlihat pada malam hari.

7. Manfaatkan Garis Bayangan dan Patokan Visual
Jika marka jalan tidak terlihat, gunakan tepi jalan, bayangan kendaraan lain, atau reflector. Itu bisa menjadi panduan posisi berkendara.

Satria menambahkan meningkatkan keterampilan berkendara sangat penting, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi jalan.

“Saya menyarankan pengendara terus mengasah kemampuan melalui pelatihan safety riding . Agar lebih siap menghadapi berbagai kondisi jalan yang beragam, seperti yang sering ditemui di NTB,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran keselamatan, kampanye terbaru bertajuk “Jago Cari Aman Biar Happy” turut diperkenalkan kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Kampanye tersebut mengajak pengendara, khususnya generasi muda, untuk menjadikan keselamatan sebagai gaya hidup saat berkendara. Tidak hanya sekadar aturan, tetapi juga kebutuhan agar perjalanan tetap nyaman, aman dan menyenangkan.

Dengan memahami kondisi jalan gelap serta menerapkan teknik berkendara yang tepat, masyarakat dapat menjaga keselamatan dan kenyamanan saat berkendara pada malam hari. Meskipun menghadapi keterbatasan penerangan dan marka jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *