EkbisHeadline

DAMRI Evaluasi Layanan Shuttle MotoGP Mandalika 2026, Operasional hingga Tengah Malam

×

DAMRI Evaluasi Layanan Shuttle MotoGP Mandalika 2026, Operasional hingga Tengah Malam

Sebarkan artikel ini
DAMRI Evaluasi Layanan Shuttle MotoGP Mandalika 2026, Operasional hingga Tengah Malam.
DAMRI Evaluasi Layanan Shuttle MotoGP Mandalika 2026, Operasional hingga Tengah Malam. (DOk DAMRI)

Mataram, ntbone.com – Perum DAMRI Cabang Mataram mengevaluasi layanan bus shuttle selama perhelatan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Secara umum, operasional transportasi selama tiga hari penyelenggaraan berlangsung aman dan lancar, meski lonjakan penumpang masih menjadi tantangan.

General Manager (GM) Perum DAMRI Cabang Mataram, Zuryani, mengatakan pihaknya mengerahkan armada dan petugas untuk memastikan mobilitas penonton berjalan baik, termasuk memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal setelah kegiatan balap berakhir.

“Kelancaran di luar prediksi yang kita khawatirkan. Semua berjalan kondusif, aman, dan lancar, walaupun ada permasalahan. Namun, semuanya masih bisa dikendalikan dengan kesiapan petugas dan ketersediaan armada yang cukup,” ujarnya di Mataram, Senin 12 Oktober 2026.

Menurut Zuryani, operasional bus dimulai dengan persiapan sejak pukul 06.00 WITA. Pelayanan kemudian berlangsung hingga kegiatan selesai, bahkan petugas tetap bersiaga melewati tengah malam untuk memastikan seluruh penonton terangkut.

Ia menegaskan, DAMRI tidak langsung menghentikan layanan setelah jadwal operasional berakhir. Petugas terlebih dahulu memastikan tidak ada penumpang yang masih membutuhkan angkutan.

“Kami pastikan tidak ada penumpang yang tertinggal. Sebelum selesai beroperasi, kami memastikan sudah tidak ada penumpang yang tinggal. Kami menunggu sampai pukul 00.00 WITA dan tidak ada lagi permintaan untuk diangkut kembali,” katanya.

Dalam penyelenggaraan MotoGP tahun ini, sebanyak 118 unit bus disiapkan dengan melibatkan armada DAMRI dan perusahaan otobus (PO) lokal. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 unit berasal dari operator lokal, sehingga keterlibatan angkutan daerah mencapai hampir 80 persen.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan transportasi penonton yang jumlahnya mencapai sekitar 157.875 ribu orang selama perhelatan MotoGP Mandalika 2026.

Meski secara umum berjalan lancar, Zuryani mengakui kepadatan penumpang sempat memicu antrean dan kemacetan di sejumlah titik. Namun, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan dan tidak sampai menimbulkan insiden kecelakaan lalu lintas selama operasional bus.

Menurut dia, persoalan yang perlu menjadi perhatian pada penyelenggaraan berikutnya bukan hanya ketersediaan armada, tetapi juga kedisiplinan penonton dalam mengantre.

DAMRI telah menyiapkan pola pengaturan penumpang untuk mencegah perebutan tempat duduk. Akan tetapi, tingginya jumlah penonton membuat petugas masih menghadapi tantangan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk tertib saat menggunakan layanan shuttle.

“Ini yang perlu menjadi evaluasi kita di tahun berikutnya, bagaimana lebih mengedukasi penonton bahwa ketersediaan unit itu cukup. Keselamatan dan keamanan harus diutamakan, tidak perlu berebut karena armada sudah disiapkan,” jelasnya.

Selain mengevaluasi kelancaran operasional, DAMRI juga menyoroti pelayanan bagi penonton penyandang disabilitas. Pada MotoGP Mandalika 2026, DAMRI telah menyiapkan armada khusus untuk membantu mobilitas penonton yang membutuhkan fasilitas tersebut.

Zuryani mengatakan kebutuhan terhadap layanan ramah disabilitas cukup tinggi. Karena itu, penambahan armada atau fasilitas pendukung menjadi salah satu hal yang akan dipertimbangkan pada penyelenggaraan tahun depan.

“Untuk penyandang disabilitas memang tahun ini kita siapkan, mengingat banyak juga yang membutuhkan unit tersebut. Tidak menutup kemungkinan armadanya harus ditambah pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Ia berharap pemanfaatan layanan shuttle dapat semakin optimal pada penyelenggaraan MotoGP mendatang. Menurutnya, penggunaan angkutan yang telah disiapkan secara terorganisasi akan membantu mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus mempermudah mobilitas penonton menuju dan meninggalkan kawasan sirkuit.

DAMRI juga berharap edukasi mengenai budaya antre, keselamatan, dan pemanfaatan transportasi resmi dapat diperkuat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah serta pihak penyelenggara.

Dengan demikian, evaluasi layanan MotoGP Mandalika 2026 diharapkan menjadi dasar perbaikan sistem transportasi pada tahun berikutnya, terutama dalam mengantisipasi lonjakan penumpang dan meningkatkan kenyamanan seluruh pengguna jasa, termasuk penyandang disabilita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *