Mataram, ntbone.com – Jangan buru-buru melanjutkan perjalanan dengan kecepatan seperti saat kondisi jalan kering ketika hujan baru mulai turun. Meski intensitas hujan belum terlalu deras dan permukaan jalan baru terlihat sedikit basah, kondisi tersebut justru menyimpan risiko yang perlu diwaspadai oleh pengendara sepeda motor.
Banyak pengendara menganggap jalan akan semakin berbahaya ketika hujan sudah deras dan genangan air mulai terlihat. Padahal, fase awal hujan juga menjadi salah satu kondisi yang berisiko karena air mulai bercampur dengan berbagai residu yang sebelumnya menempel di permukaan aspal.
Debu, pasir halus, sisa kotoran kendaraan, serta residu oli dan bahan lainnya dapat bercampur dengan air hujan sehingga membentuk lapisan licin di permukaan jalan. Kondisi ini dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap aspal, terutama di area persimpangan, tikungan, marka jalan, serta jalur yang sering dilalui kendaraan.
Situasi tersebut membuat pengendara perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi jalan. Memaksakan kecepatan normal ketika hujan baru turun dapat meningkatkan risiko ban kehilangan traksi atau daya cengkeram, sehingga sepeda motor lebih mudah tergelincir ketika melakukan pengereman, akselerasi, maupun manuver.
Risiko lainnya adalah jarak pengereman yang menjadi lebih panjang, kendaraan sulit dikendalikan saat berbelok, hingga potensi tabrakan dengan kendaraan di depan. Bahkan, ketika pengendara secara spontan menghindari lubang atau hambatan di jalan, gerakan mendadak pada permukaan licin dapat menyebabkan sepeda motor kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengingatkan bahwa salah satu kesalahan yang sering dilakukan pengendara adalah baru menyesuaikan kecepatan ketika hujan sudah deras.
“Ketika hujan baru turun, jangan langsung berpikir bahwa jalan masih aman karena air belum terlalu banyak. Justru pada fase awal ini, air mulai bercampur dengan debu dan residu di permukaan aspal sehingga daya cengkeram ban bisa berkurang. Jika pengendara tetap mempertahankan kecepatan normal, risiko tergelincir dan kehilangan kendali akan semakin besar. Karena itu, kurangi kecepatan sejak tetes hujan pertama, bukan menunggu sampai hujan semakin deras,” jelas Satria.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Astra Motor NTB membagikan beberapa tips #Cari_Aman yang dapat diterapkan pengendara ketika menghadapi kondisi awal hujan:
1. Kurangi Kecepatan Sejak Tetes Hujan Pertama
Jangan menunggu jalan terlihat basah seluruhnya untuk mulai memperlambat kendaraan. Kurangi kecepatan secara bertahap agar pengendara memiliki waktu lebih panjang untuk membaca kondisi jalan dan mengantisipasi potensi bahaya.
2. Waspadai Area yang Berpotensi Licin
Berikan perhatian lebih pada marka jalan, penutup saluran air berbahan logam, sambungan aspal, area persimpangan, serta permukaan jalan yang terlihat mengilap. Hindari melintasi area tersebut dengan posisi motor miring atau melakukan manuver secara tiba-tiba.
3. Hindari Pengereman Mendadak
Ketika permukaan jalan licin, pengereman mendadak dapat meningkatkan risiko ban kehilangan traksi. Gunakan rem depan dan belakang secara halus serta bertahap. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan agar tersedia ruang yang cukup untuk memperlambat kendaraan.
4. Jangan Melakukan Manuver Secara Tiba-Tiba
Hindari gerakan mendadak seperti berpindah jalur, menikung terlalu tajam, atau menghindari lubang secara spontan. Usahakan sepeda motor tetap stabil dan lakukan perubahan arah secara perlahan.
5. Pastikan Kondisi Ban dan Perlengkapan Berkendara
Pastikan kondisi ban masih baik, tekanan angin sesuai rekomendasi, serta alur ban masih cukup untuk membantu membuang air dari area kontak ban dengan jalan. Gunakan perlengkapan berkendara seperti helm berstandar SNI dengan tali pengikat terpasang sempurna, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup.
Selain menerapkan teknik berkendara yang tepat, pengendara juga perlu mengetahui kapan harus menghentikan perjalanan sementara. Apabila hujan semakin deras, jarak pandang terbatas, atau kondisi jalan tidak memungkinkan untuk dilalui dengan aman, sebaiknya berteduh di lokasi yang aman seperti area parkir atau tempat khusus berteduh. Hindari berhenti di tengah jalan, bahu jalan yang sempit, maupun di bawah jembatan yang dapat mengganggu arus lalu lintas.
Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, mengajak masyarakat untuk tidak menganggap remeh perubahan kondisi cuaca saat berkendara. Menurutnya, keselamatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.
“Keselamatan berkendara dimulai dari kemampuan kita mengenali risiko dan mengambil keputusan yang tepat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi jalan tidak mendukung. Lebih baik menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak, dan berhenti sejenak apabila diperlukan daripada mengambil risiko di jalan,” ungkap Yehezkiel.
Melalui edukasi keselamatan berkendara ini, Astra Motor NTB berharap masyarakat semakin memahami bahwa kondisi jalan dapat berubah sewaktu-waktu, bahkan sejak hujan baru mulai turun. Kesadaran untuk mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menghindari manuver mendadak merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Ingat, jalan yang terlihat hanya sedikit basah belum tentu aman untuk dilalui dengan kecepatan normal. Jangan menunggu ban tergelincir untuk mulai berhati-hati. Kenali risikonya, kendalikan kendaraan, dan selalu terapkan prinsip #Cari_Aman. Karena perjalanan yang baik bukan hanya tentang seberapa cepat sampai tujuan, tetapi bagaimana kita bisa sampai dengan selamat.











