Industri Rokok Berkembang, Disperin NTB Latih SDM Produksi Bumbu Rokok

0
559

Dinas Perindustrian (Disperin) NTB menyiapkan sumber daya manusia industri kecil menengah yang mampu memproduksi bumbu atau yang biasa disebut saus sebagai bahan yang paling penting dalam pembuatan rokok.

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, menjelaskan industri rokok di NTB, semakin meningkat, dilihat dari meningkatnya pertumbuhan industri kecil menengah (IKM) pengolahan tembakau yang memproduksi olahan tembakau untuk rokok, mulai dari tembakau iris sampai dengan sigaret kretek tangan.

“Dalam kegiatan produksi industri rokok membutuhkan satu bahan penting, yaitu saus rokok yang nantinya akan memberikan cita rasa maupun aroma dari produk rokok,” jelasnya.

Penyiapan sumber daya manusia IKM bumbu rokok tersebut, kata dia, dimulai dengan bimbingan teknis yang diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari mahasiswa, dosen dan masyarakat desa.

Tujuan bimbingan teknis tersebut untuk menyasar kebutuhan industri rokok di NTB, di mana sebagian besar kebutuhannya dipenuhi dari luar daerah seperti Pulau Jawa.

Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari itu dipandu oleh akademisi dari Fakultas Teknologi Pertanian, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Mataram.

Para akademisi itu memberikan pengetahuan teknis pembuatan ekstrak dan bumbu rokok dari berbagai macam bahan rempah-rempah seperti cengkeh, kapulaga, daun kayu putih dan daun cengkeh.

Melalui bimbingan teknis tersebut, Nuryanti berharap NTB nantinya bisa menjadi produsen saus rokok khas tersendiri dan akan digunakan oleh para pelaku IKM olahan tembakau rokok.

“Harapannya nanti masyarakat kita di NTB, bisa membuat saus sendiri dan bisa dipasarkan nanti ke IKM-IKM rokok, yang utama saus kita nanti bisa rendah nikotin dan tar supaya tidak terlalu merusak,” katanya.

Sementara itu, Maemunah, salah satu peserta bimbingan teknis mengaku senang karena mendapatkan pengetahuan tentang tata cara membuat saus rokok menggunakan bahan alami sehingga bisa menjadi potensi usaha baru.

“Saya sangat berterima kasih karena mendapat kesempatan untuk bisa lebih tahu potensi pengolahan ekstrak minyak atsiri ke depannya dan potensi pasar produk olahannya,” ucapnya.

Setelah mendapatkan materi di dalam kelas, para peserta bimbingan teknis diberikan kesempatan mengunjungi industri minyak atsiri yang dikelola oleh IKM Kaffah, di Desa Tete Batu, Lombok Timur.

IKM Kaffah adalah salah satu binaan Dinas Perindustrian NTB yang memproduksi berbagai macam produk minyak atsiri mulai dari minyak atsiri cengkeh, kayu putih, serai dan eucalyptus. (Din)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini