Belanja di Pasar Narmada Lombok Barat Makin Mudah Pakai HP

0
585

Lombok Barat, ntbone, 13/12/2021 – Cara pembayaran digital saat ini tidak hanya digunakan oleh pedagang modern atau pedagang berskala besar saja, bahkan pedagang pasar tradisional pun bisa menggunakan layanan yang sama.

Bertempat di Pasar Tradisional Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Senin (13/12), digelar peluncuran QRIS Pasar Tradisional Narmada di mana sebanyak 634 pedagang tetap telah memiliki aplikasi transaksi nontunai dalam melayani pembeli hanya menggunakan hand phone (HP).

Cukup dengan membuka aplikasi pembayaran (uang elektronik server based atau dompet elektronik), scan kode QRIS pedagang, masukkan nominal belanja, input pin, transaksi selesai.

Uang yang ditransaksikan langsung diterima oleh akun penjual secara seketika (real-time).

Dalam peresmian tersebut, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, mengapresiasi upaya yang dilakukan berbagai pihak sehingga implementasi transaksi nontunai di Pasar Tradisional Narmada dapat terwujud. Hal tersebut merupakan bentuk nyata kelanjutan dari pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan selaras dengan slogan “Berioq to Digital”.

Ia juga berterima kasih kepada Bank Indonesia serta Bank Negara Indonesia (BNI) yang telah memberikan dukungan penuh sehingga 634 pedagang tetap di Pasar Narmada telah memiliki QRIS yang dapat digunakan untuk bertransaksi setiap hari.

“Harapannya, dengan adanya sarana baru dalam bertransaksi ini dapat meningkatkan kesejahteraan pedagang melalui transaksi yang efisien, kesehatan terjaga, sehingga ekonomi dapat terus tumbuh dan mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dengan ekonomi digital sebagai driving factor,” ujar Fauzan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Heru Saptaji, menyampaikan bahwa transaksi digital yang inklusif adalah salah satu dari lima strategi Bank Indonesia dalam peningkatan ekonomi daerah.

Khusus untuk QRIS, saat ini terdapat 125.005 merchant QRIS yang tersebar di seluruh pelosok NTB, dan 13.152 di antaranya berada di Kabupaten Lombok Barat.

Secara nasional, jumlah merchant QRIS mencapai 13 juta merchant dengan tren transaksi yang terus mengalami peningkatan. Rata-rata pertumbuhan volume transaksi selama bulan Januari hingga Oktober mencapai 151,49 persen (yoy) dengan rata-rata pertumbuhan nilai transaksi mencapai 143,68 persen (yoy) pada periode yang sama.

Cara bertransaksi ini juga sesuai dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di mana seluruh proses transaksi tidak melibatkan adanya kontak fisik antara penjual dan pembeli. Tidak hanya bersama BNI, lembaga lain pun dapat turut serta memberikan dukungan peningkatan pembayaran non tunai masyarakat NTB.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Barat, H Suparlan, juga menyampaikan dengan menggunakan transaksi nontunai, transaksi usaha yang terjadi akan tercatat dengan baik dan lengkap dan memiliki banyak manfaat.

Utamanya yaitu menjadi profil usaha pedagang untuk memudahkan pengajuan bantuan modal usaha ke perbankan. Berikutnya adalah pedagang tidak lagi dibebani dengan beban pengelolaan uang tunai yang rentan terhadap berbagai potensi risiko seperti kesalahan perhitungan, penyebaran uang palsu, uang rusak, dan sebagainya.

Hal tersebut turut didukung oleh Kepala UPTD Pasar Narmada, Farid Wajdi, yang menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas usaha dapat didukung dengan adanya kemudahan dalam memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan.

Di sisi lain, potensi risiko terhadap pengelolaan uang fisik hanya memberikan kerugian terhadap pedagang sehingga penggunaan sarana pembayaran non tunai ini dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (Din)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini