HeadlineOtomotif

Lima Tahun Motor Honda Menjaga Mobilitas Marshal MotoGP Mandalika

×

Lima Tahun Motor Honda Menjaga Mobilitas Marshal MotoGP Mandalika

Sebarkan artikel ini
Dua orang marshal mengendarai sepeda Honda ADV sebagai kendaraan operasional selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026.
Dua orang marshal mengendarai sepeda Honda ADV sebagai kendaraan operasional selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026. (Dok NTBOne)

Mataram, ntbone.com – Gemuruh mesin balap memecah udara di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 11 Oktober 2026. Ratusan ribu pasang mata tertuju pada para pebalap yang saling menyalip dalam kecepatan tinggi.

Di tengah ketegangan itu, ada orang-orang yang bekerja tanpa sorotan kamera. Mereka berdiri di balik pagar pengaman, mengawasi lintasan, dan bersiap menghadapi situasi yang tidak pernah bisa diprediksi. Mereka adalah marshal.

Ketika lampu start padam dan para pebalap MotoGP mulai memacu motornya, para marshal justru harus menjaga kewaspadaan. Mereka menjadi bagian penting dari sistem keselamatan balapan. Mereka harus bergerak cepat ketika pebalap terjatuh, kendaraan mengalami gangguan, atau insiden terjadi di lintasan.

Di balik tugas tersebut, mobilitas menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Sepeda motor membantu petugas menjangkau berbagai titik di kawasan sirkuit. Kendaraan itu menjadi penghubung di antara pos-pos pengawasan dan area operasional.

Selama lima tahun perjalanan MotoGP di Mandalika, Honda turut mengambil bagian dalam kebutuhan tersebut. Melalui PT Astra Honda Motor (AHM) dan Astra Motor NTB, Honda menghadirkan kendaraan operasional untuk mendukung aktivitas marshal dan mobilitas kawasan sirkuit.

Sejak penyelenggaraan World Superbike (WSBK) pada November 2021 hingga MotoGP 2026, Honda telah memberikan dukungan sebanyak 102 unit sepeda motor dalam berbagai kesempatan penyelenggaraan.

Perjalanan itu bukan sekadar tentang jumlah kendaraan yang diserahkan. Ada perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan operasional, serta kolaborasi antara industri otomotif dan pengelola kawasan yang terus tumbuh bersama Mandalika.

Dari WSBK 2021 hingga Menjadi Bagian Sirkuit Mandalika

Perjalanan Honda di Sirkuit Mandalika bermula pada November 2021. Saat itu, sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut menjadi tuan rumah WSBK. Ajang internasional itu sekaligus membuka babak baru bagi perkembangan motorsport di Nusa Tenggara Barat.

Honda hadir melalui dukungan kendaraan operasional. Sebanyak 40 unit Honda ADV150 disiapkan untuk mendukung kebutuhan di kawasan sirkuit.

Kehadiran kendaraan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung mobilitas petugas selama penyelenggaraan balapan. Honda melihat Sirkuit Mandalika bukan sekadar tempat berlangsungnya kompetisi. Kawasan itu juga menjadi wajah Indonesia di hadapan dunia.

Kepala Wilayah Astra Motor NTB, Suryanto Wirawan mengatakan, keterlibatan Honda dimulai sejak penyelenggaraan WSBK 2021. Komitmen tersebut berlanjut hingga penyelenggaraan MotoGP 2026.

“Sejak tahun 2021 saat penyelenggaraan WSBK pada November 2021. Hingga tahun 2026 dukungan tetap diberikan oleh Honda melalui PT Astra Honda Motor (AHM) dan Astra Motor NTB. Total sebanyak 102 unit sepeda motor Honda,” katanya.

Bagi Honda, dukungan tersebut berangkat dari keinginan untuk ikut menyukseskan penyelenggaraan motorsport internasional di Indonesia. Mandalika memiliki posisi penting karena menjadi salah satu kebanggaan pariwisata dan olahraga nasional.

Namun, dukungan kendaraan operasional tidak hanya berkaitan dengan kehadiran produk di sebuah ajang besar. Ada kebutuhan mobilitas yang harus dipenuhi agar berbagai aktivitas di dalam kawasan sirkuit berjalan lancar.

Marshal menjadi salah satu pihak yang membutuhkan dukungan tersebut. Mereka menjalankan tugas penting dalam menjaga keselamatan pebalap dan membantu penanganan insiden di lintasan.

Honda memahami bahwa setiap detik memiliki arti dalam lingkungan balap. Ketika insiden terjadi, petugas harus bergerak cepat. Kendaraan operasional yang sesuai dengan kebutuhan lapangan menjadi salah satu unsur pendukung pekerjaan mereka.

Komitmen itu juga sejalan dengan pernyataan AHM pada 2022. Perusahaan menyebut dukungan kendaraan Honda sebagai bagian dari upaya mendukung perkembangan olahraga balap motor dan menyukseskan penyelenggaraan World Grand Prix di Mandalika.

Dari titik itulah perjalanan Honda bersama Mandalika terus berlanjut.

Menjaga Mobilitas di Tengah Kecepatan

Di lintasan balap, pebalap menjadi pusat perhatian. Namun, kelancaran sebuah kompetisi internasional tidak hanya bergantung pada kemampuan mereka mengendalikan kendaraan.

Ada banyak unsur pendukung yang bekerja secara bersamaan. Pengelola sirkuit, penyelenggara, tenaga medis, petugas keamanan, hingga marshal memiliki tanggung jawab masing-masing.

Marshal menghadapi lingkungan kerja yang menuntut kesiapan tinggi. Mereka harus mengawasi lintasan dan merespons berbagai kemungkinan. Kondisi tersebut membutuhkan kendaraan yang lincah, nyaman, dan mampu menunjang mobilitas di kawasan sirkuit.

Honda ADV150 menjadi salah satu kendaraan yang digunakan pada tahap awal dukungan.

Motor tersebut memiliki mesin 150 cc berpendingin cairan. Karakter mesinnya responsif. Kendaraan ini juga memiliki ruang penyimpanan berkapasitas 28 liter.

Menurut Suryanto, pemilihan kendaraan operasional tidak bisa dilakukan hanya dengan mempertimbangkan kapasitas mesin. Honda perlu melihat karakteristik pekerjaan petugas di lapangan.

“Pemilihan kendaraan operasional perlu mempertimbangkan fungsi dan karakteristik pekerjaan di lapangan, termasuk kemudahan pengendalian, kelincahan bermanuver, kenyamanan, performa, serta kemampuan kendaraan untuk mendukung mobilitas petugas,” ujarnya.

Pertimbangan tersebut menunjukkan bahwa kendaraan operasional memiliki fungsi yang berbeda dengan kendaraan untuk penggunaan sehari-hari. Motor harus mampu mendukung aktivitas petugas sesuai karakter kawasan sirkuit.

Di sisi lain, dukungan kendaraan juga membutuhkan kesiapan teknis. Sebelum digunakan, setiap unit harus menjalani pemeriksaan agar seluruh komponennya berfungsi dengan baik.

Astra Motor NTB juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak penyelenggara. Apabila muncul kendala, penanganannya perlu mengikuti mekanisme operasional yang telah disepakati.

Dukungan layanan dapat menyesuaikan kebutuhan. Astra Motor NTB memiliki jaringan layanan Honda Care, servis kunjung, serta AHASS yang dapat mendukung kebutuhan perawatan kendaraan.

Meski demikian, tanggung jawab pemeliharaan kendaraan setelah penyerahan sponsor berada pada pihak penerima sesuai kesepakatan. Suryanto menjelaskan bahwa MGPA atau ITDC menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap kendaraan yang diterima.

Dengan demikian, kerja sama tidak berhenti ketika kendaraan diserahkan. Penggunaannya tetap membutuhkan pengelolaan, perawatan, dan koordinasi agar kendaraan dapat berfungsi sesuai kebutuhan operasional.

VP Operation Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Tri Agung Hartanto menjelaskan bahwa kendaraan Honda di kawasan sirkuit merupakan bagian dari kerja sama sponsor antara ITDC, MGPA, dan Honda.

“Jadi, motor-motor yang ada di sirkuit, seperti Honda ADV itu memang hasil kerja sama sponsor antara ITDC MGPA dengan Honda,” katanya dalam acara syukuran dan silaturahmi bersama media NTB pascapenyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di KEK Mandalika, Selasa (27/10).

Ia menilai jumlah kendaraan yang tersedia sudah memenuhi kebutuhan operasional sirkuit. Karena itu, perhatian pengelola saat ini lebih diarahkan pada pemeliharaan kendaraan agar tetap bisa digunakan.

“Sebenarnya dibilang evaluasi adalah untuk kebutuhan unitnya sudah mencukupi apa yang kita butuhkan di sirkuit, tinggal kita merawat motornya, segala macam,” ujar Tri Agung.

Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi lain dari dukungan sponsor. Kendaraan yang hadir di kawasan sirkuit harus terus dijaga kondisinya. Sebab, manfaatnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah unit yang tersedia, tetapi juga oleh kesiapan kendaraan ketika petugas membutuhkannya.

Dari Motor Bensin Menuju Mobilitas Listrik

Lima tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah kolaborasi. Selama periode tersebut, kebutuhan operasional Mandalika berkembang. Teknologi kendaraan juga mengalami perubahan.

Dukungan Honda pun tidak terpaku pada satu jenis kendaraan. Dari Honda ADV150, kolaborasi tersebut berkembang dengan menghadirkan beberapa model lain, termasuk kendaraan listrik.

Catatan dukungan Honda sepanjang penyelenggaraan WSBK dan MotoGP di Mandalika memperlihatkan perjalanan tersebut.

Pada November 2021, Honda mendukung WSBK dengan 40 unit ADV150. Kemudian, pada Maret 2022, Honda menghadirkan 32 unit ADV150 dan satu unit CBR250RR untuk MotoGP.

Pada Maret 2023, dukungan berlanjut dengan dua unit CBR250RR dalam penyelenggaraan WSBK. Selanjutnya, pada Oktober 2023, Honda menyiapkan enam unit ADV160 untuk MotoGP.

Perkembangan berikutnya mulai memperlihatkan arah baru mobilitas di kawasan sirkuit. Pada September 2024, Honda menghadirkan 10 unit EM1 dalam penyelenggaraan MotoGP.

Memasuki MotoGP 2025, dukungan kembali berkembang melalui kehadiran 10 unit Honda Icon e dan dua unit Honda Vario Evo pada MotoGP Mandalika 2026.

Rangkaian tersebut memperlihatkan perubahan bentuk dukungan dari waktu ke waktu. Honda tidak hanya menghadirkan kendaraan bermesin konvensional, tetapi juga mulai memperluas kontribusinya melalui kendaraan listrik.

Suryanto mengatakan, kendaraan listrik Honda ikut mendukung kebutuhan mobilitas di kawasan paddock dan sirkuit.

“Tak hanya berkontribusi pada kendaraan berkapasitas mesin di atas 150 cc untuk kendaraan marshal, kendaraan listrik Honda juga turut mendukung unit mobile untuk kebutuhan di bagian paddock dan sirkuit,” katanya.

Kehadiran kendaraan listrik memberikan warna baru dalam dukungan mobilitas Mandalika. Selain mendukung aktivitas operasional, langkah tersebut juga sejalan dengan upaya mendorong penggunaan kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Honda melihat kawasan Mandalika sebagai ruang yang tepat untuk memperkenalkan pemanfaatan kendaraan listrik. Aktivitas di dalam kawasan ekonomi khusus tersebut membutuhkan mobilitas yang beragam. Tidak semua kebutuhan harus dipenuhi menggunakan kendaraan bermesin bensin.

“Pemilihan Honda EV untuk mendukung operasional di kawasan KEK Mandalika juga bertujuan untuk mendukung program pemerintah akan kendaraan yang efisien dan ramah lingkungan,” ujar Suryanto.

Perubahan tersebut menjadi salah satu penanda perjalanan lima tahun Honda di Mandalika. Dukungan yang awalnya berfokus pada kendaraan operasional untuk kebutuhan balapan kini berkembang menuju ekosistem mobilitas yang lebih luas.

Bagi pengelola sirkuit, kerja sama ini juga memberikan manfaat nyata. Ketersediaan kendaraan membantu memenuhi kebutuhan operasional kawasan. Pada saat yang sama, kolaborasi sponsor memberikan ruang bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam penyelenggaraan event internasional.

Tri Agung mengapresiasi dukungan Honda selama lima tahun tersebut. Namun, ia juga menegaskan bahwa hubungan antara kedua pihak merupakan kerja sama sponsor yang memberikan manfaat timbal balik.

“Terkait dukungan yang diberikan oleh Honda selama lima tahun ini, apresiasi kami mengucapkan terima kasih. Memang ini bentuk kolaborasi sponsor,” katanya.

Menjaga Nama Mandalika di Mata Dunia

Bagi Astra Motor NTB, lima tahun perjalanan bersama Mandalika memiliki arti lebih luas daripada sekadar penyediaan kendaraan.

Sirkuit tersebut menjadi ruang pertemuan antara olahraga, pariwisata, industri otomotif, dan ekonomi daerah. Setiap penyelenggaraan MotoGP membawa perhatian masyarakat internasional ke Nusa Tenggara Barat.

Kedatangan pebalap, kru, penonton, dan wisatawan memberikan kesempatan bagi daerah untuk memperkenalkan berbagai potensi. Mandalika menjadi pintu masuk untuk menunjukkan kekayaan alam, budaya, dan keramahan masyarakat NTB.

Dalam konteks itu, Honda ingin menjadi bagian dari ekosistem yang ikut menggerakkan kawasan. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui penyediaan kendaraan, kolaborasi dengan pengelola sirkuit, serta berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Suryanto mengatakan, Mandalika bukan hanya lokasi penyelenggaraan balapan. Kawasan itu juga menjadi tempat bagi industri otomotif untuk menunjukkan kontribusinya terhadap mobilitas dan pengembangan motorsport.

“Lima tahun keterlibatan ini menjadi momentum penting untuk melihat bagaimana kolaborasi antara Honda, pengelola sirkuit, penyelenggara, dan berbagai pemangku kepentingan dapat mendukung keberlangsungan event internasional di Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Ia berharap Honda dapat terus menjadi bagian dari perkembangan Mandalika. Bukan hanya melalui produk, tetapi juga melalui kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas.

Harapan tersebut sejalan dengan perjalanan sirkuit yang terus membangun reputasinya sebagai salah satu destinasi motorsport internasional.

Di tengah deru mesin dan sorotan kamera, pekerjaan para marshal mungkin tidak selalu terlihat. Mereka tidak berdiri di podium. Nama mereka jarang menjadi berita utama. Namun, kehadiran mereka menjadi bagian penting dari keselamatan dan kelancaran balapan.

Sepeda motor yang mereka gunakan mungkin hanya salah satu bagian kecil dari keseluruhan penyelenggaraan. Namun, kendaraan tersebut membantu petugas bergerak dan menjalankan tugasnya di kawasan sirkuit.

Lima tahun perjalanan Honda di Sirkuit Mandalika memperlihatkan bahwa sebuah event besar tidak hanya dibangun melalui kecepatan pebalap atau kemegahan lintasan. Ada kolaborasi, kesiapan operasional, dan kontribusi banyak pihak yang bekerja di balik layar.

Dari ADV150 pada WSBK 2021 hingga kendaraan listrik pada MotoGP 2025, Honda telah melewati perjalanan panjang bersama Mandalika.

Dan ketika mesin balap kembali meraung di lintasan, ada pekerjaan lain yang terus berlangsung. Para marshal tetap bersiaga. Kendaraan operasional tetap bergerak. Sementara kolaborasi berbagai pihak menjaga agar Mandalika terus menjadi panggung kebanggaan Indonesia di mata dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *