Ratusan peserta ikut lomba mendayung sampan HUT Lobar

0
465
Peserta berusaha keras mendayung perahunya untuk bisa menjadi juara dalam lomba mendayung sampan HUT ke-61 Kabupaten Lombok Barat, NTB. (Foto Humas Lobar)
Peserta berusaha keras mendayung perahunya untuk bisa menjadi juara dalam lomba mendayung sampan HUT ke-61 Kabupaten Lombok Barat, NTB. (Foto Humas Lobar)

NTBOne – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Barat, menggelar lomba mendayung sampan di Pantai Duduk, Kecamatan Batulayar, Kamis (11/4), sebagai rangkaian puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Sebelumnya, DKP Kabupaten Lombok Barat, juga telah menggelar berbagai kegiatan, di antaranya melepas sekitar satu juta bibit ikan di perairan umum yang ada di wilayahnya.

Selain itu, melakukan kerja sama dengan Balai Budidaya Lokal Sekotong, dalam menyalurkan bibit ikan kakap putih kepada kelompok tani air payau, di mana setiap kelompok diberikan 14 ribu ekor.

Dalam inovasi masakan, DKP Kabupaten Lombok Barat juga telah bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membuat masakan dari keong mas dan siomay dari ikan.

Kepala DKP Kabupaten Lombok Barat, H Ahmad Subandi, mengatakan ditetapkannya Pantai Duduk sebagai lokasi lomba untuk membantu menyosialisasikan dan memulihkan pariwisata Lombok Barat pascagempa.

“Kita gelar di Pantai Duduk agar tingkat kunjungan pariwisata meningkat pasca gempa. Melalui lomba kita ingin mengingatkan kepada nelayan untuk kembali menggunakan perahu dayung, karena selama ini nelayan terlena mengoperasikan perahu dengan mesin,” ujarnya.

Lomba perahu dayung pada 2019 di pantai Duduk menjadi kali ketiga digelar. Sebelumnya, lomba dayung pertama digelar di Kecamatan Sekotong pada 2017. Saat itu ditujukan untuk membantu pariwisata di Sekotong.

Kedua pada 2018 di Pantai Endok Kecamatan Gerung. Lokasi tersebut dipilih sekaligus untuk mensosialisasikan bahwa masyarakat nelayan anti merusak lingkungan, justru masyarakat nelayan menjaga kelestarian lingkungan. Diketahui, kerusakan pantai endok salah satunya disebabkan karena pengerukan pasir untuk bahan bangunan.

“Pada tahun berikutnya, tidak hanya lomba perahu dayung yang akan diadakan. Kita berencana akan mengadakan lomba sampan hias dan juga lomba renang pantai yang merupakan aspirasi masyarakat nelayan,” ungkap Subandi.

Lomba perahu dayung kali ini diikuti 300 peserta dari 15 desa di lima kecamatan yang memiliki pantai, yaitu Kecamatan Sekotong, Lembar, Gerung, Labuapi dan Batulayar.

Keluar sebagai juara pertama adalah Kelompok Nelayan Beriuk Dayung dari Dusun Cemare, Kecamatan Lembar, dan berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp3,5 juta.

“Alhamdulillah, tim kami juara satu, kami sangat bersyukur sekali dan kami senang Lomba dayung sampan ini terus bisa diselenggarakan setiap tahunnya,” kata Burhan, perwakilan Kelompok Beriuk Dayung yang mengaku tidak melakukan persiapan khusus sebelumnya. (Wal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here